Dugaan Begal Bersenjata Parang di Hutan Lindung Pohuwato Viral, Postingan Sitti Maryam Tuai Sorotan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, POHUWATO — Postingan Facebook terkait dugaan aksi pembegalan di kawasan Hutan Lindung Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menuai perhatian luas masyarakat. Hingga Minggu (4/10/2026), unggahan tersebut telah mendapat puluhan reaksi dan dibagikan sebanyak 254 kali, berdasarkan tampilan pada postingan yang beredar di Facebook.

Postingan tersebut pertama kali disampaikan akun Facebook Sitti Maryam Alulu, yang mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintasi kawasan hutan lindung, terutama pada malam hari.

Dalam unggahannya, Sitti Maryam menyebut adanya dugaan aksi begal yang dilakukan oleh tiga orang. Para terduga pelaku disebut membawa parang dan menghadang pengendara sepeda motor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hati-hati yang mo lewat hutan lindung. Barusan ada korban begal (orang dola) di hutan lindung. Yang ba dola ba bawa parang (peda),” tulisnya.

Menurut keterangan dalam postingan tersebut, korban disebut berusaha menghindari aksi para pelaku. Bahkan, dalam percakapan yang turut dibagikan, disebutkan seorang korban mengalami luka-luka dan telah dibawa ke kepolisian untuk membuat laporan.

Informasi yang beredar juga menyebut sepeda motor korban ditinggalkan setelah para pelaku melarikan diri masuk ke kawasan hutan.

Namun demikian, hingga berita ini disusun, informasi tersebut masih merupakan keterangan yang beredar melalui media sosial dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian. Identitas korban, lokasi persis kejadian, waktu kejadian, maupun jumlah pelaku masih memerlukan verifikasi aparat.

Warganet Minta Polisi Bertindak

Postingan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian meminta aparat kepolisian segera turun tangan apabila informasi tersebut benar, mengingat kawasan tersebut menjadi jalur yang digunakan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Salah satu komentar datang dari Tiazia Dihuma. Ia mempertanyakan keberadaan aparat kepolisian dan menyebut dugaan aksi serupa membuat masyarakat merasa khawatir ketika harus melintasi kawasan tersebut.

Ia juga menyoroti kondisi warga yang harus pulang-pergi mencari nafkah melalui jalur tersebut.

Sementara itu, Ramadhan mengungkapkan bahwa keluhan mengenai kondisi keamanan di kawasan hutan lindung disebut sudah pernah disampaikan sebelumnya.

Ia mempertanyakan belum adanya pos pengamanan di kawasan tersebut.

“So dari dulu keluhan deng kejadian bgini. Kong smpe skrng td ada ta bangun posko dipertengahan hutan lindung,” tulisnya.

Ramadhan juga menilai pengawasan di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian, terutama pada malam hari.

Komentar lainnya datang dari Jumiyanti Hulinggi yang meminta aparat kepolisian segera mengusut pihak-pihak yang diduga meresahkan pengguna jalan.

Ia bahkan menandai Polsek Paguat dan Polres Pohuwato, serta berharap kejadian tersebut segera ditangani karena menurutnya bukan kali pertama persoalan serupa menjadi keluhan masyarakat.

“Klp benar nie kejadian, mintol utk aparat kepolisian diusut nie pelaku² yg so meresahkan,” tulisnya.

Jumiyanti juga menyebut para pencari nafkah yang biasa melakukan perjalanan dari arah Marisa menuju Paguat maupun sebaliknya ikut merasa khawatir dengan kondisi tersebut.

Sementara Yolan, salah satu warganet lainnya, menyampaikan kekhawatiran terhadap keamanan pengguna jalan.

Ia berharap dugaan pelaku dapat segera ditindak sebelum muncul korban lainnya. Yolan juga mengapresiasi warga yang disebut telah berinisiatif melakukan ronda di kawasan tersebut.

“Semoga segera di ciduk sebelum ada korban,” tulisnya.

Masyarakat Diminta Tidak Bertindak Sendiri

Ramainya respons masyarakat menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap keamanan pengguna jalan yang melintasi kawasan hutan lindung, khususnya pada malam hari.

Meski demikian, masyarakat diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri ataupun melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, warga sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat kepolisian.

Awak Media masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Polres Pohuwato terkait kebenaran informasi dugaan aksi begal tersebut, termasuk apakah telah ada laporan polisi dan langkah penanganan yang dilakukan.

Hingga Minggu (4/10/2026), belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan seluruh informasi dalam postingan Facebook tersebut.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Satnarkoba Pohuwato Gerebek Kos di Sipatana, Sabu dan Alat Isap Disita
PETI Molosifat Utara Digerebek! 4 Excavator Disita, 5 Orang Diamankan Polisi
BEM FH Gelar Nobar G30S/PKI, Mahasiswa Diajak Membaca Sejarah Secara Kritis dan Berimbang
AKPERSI Parungpanjang Pacu Kompetensi Jurnalistik, Siapkan Anggota Menuju UKW Berintegritas dan Profesional
AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan
Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS
P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:34 WITA

Dugaan Begal Bersenjata Parang di Hutan Lindung Pohuwato Viral, Postingan Sitti Maryam Tuai Sorotan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 01:15 WITA

Satnarkoba Pohuwato Gerebek Kos di Sipatana, Sabu dan Alat Isap Disita

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:18 WITA

PETI Molosifat Utara Digerebek! 4 Excavator Disita, 5 Orang Diamankan Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:59 WITA

BEM FH Gelar Nobar G30S/PKI, Mahasiswa Diajak Membaca Sejarah Secara Kritis dan Berimbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:59 WITA

AKPERSI Parungpanjang Pacu Kompetensi Jurnalistik, Siapkan Anggota Menuju UKW Berintegritas dan Profesional

Berita Terbaru