Diskusi Publik TBM Teras Inomasa: Mengikat Simpul Keragaman Islam dan Kristen dalam Kelampauan Bintauna

Jumat, 1 Maret 2024 - 12:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POJOKberita.ID,BOLMUT__Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Inomasa mengadakan diskusi public yang diselenggarakan di Sarjana Caffe, Kelurahan Bintaun Kamis, (29/2/2024). Acara yang rutin diselenggarakan oleh TBM Teras Inomasa dengan. TemaMengikat Simpul Keragaman: Islam dan Kristen dalam Kelampauan Bintauna

Diskusi tersebut menghadirkan Empat pembicara yang merupakan Stafsus Bupati Bolmut Bidang Budaya dan Pendidikan Fadly Binolombangan, tokoh FKUB Bolmut Desius D.D.Polii,S.Pdk, dan beberapa di antaranya juga merupakan pendiri lembaga tersebut. Ersad Mamonto yang merupakan Peneliti di Sulawesi Studies,Ryan H. Laurestabo Direktur PUSSAKABin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun peradaban Bintauna dengan wajah yang inklusif. Sejarah digunakan sebagai pendekatan utama untuk melihat basis inklusifitas di Bintauna.

Bintauna yang luas membentang dari sebagian di Suwawa sampai Bintauna lama di negeri Pangkusa pada abad ke-18 menjadi dua kerajaan dgn nama yang dama. Di sebelah selatan beragama Islam dan utara beragama Kristen.

Walaupun terpisah konflik berbasis agama tidak pernah terjadi di Bintauna. Abad ke-20 M, ketika Muhamad Datunsolang memimpin ia menanyakan kepada penduduk Huntuk yang Kristen jika ingin berpindah ke Islam atau tidak. Penduduk Huntuk menjawab tidak. Raja Muhamad Datunsolang pun membiarkan hal tersebut dan tetap mengayomi penduduk Huntuk sebagai kelompok yang sama tanpa membedakan agamanya.

TBM Teras Inomasa Mendorong pemerintah untuk mendukung upaya penggalian sejarah di Bintauna khususnya dan Bolaang Monggondow Utara secara umum.

“Masyarakat juga diminta untuk terlibat aktif dalam gerakan kolaborasi membangun hal yang sama,”Kata Ersad Mamonto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut. Camat Bintauna Sarwo Eddy Posangi, Lurah Bintauna Jefry R. Lahamesang, Ketua Lembaga Adat Bintauna Sadli Datunsolang, Pegiat budaya Vianti Datunsolang, Kepala Desa  Sekecamatan Bintauna, Penggerak Teras Inomasa, dan unsur OKP lainnya.

(Mor Doank)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia
DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH
Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut
Pihak SPBU Paguat Sebut Pemisahan Antrean Mobil Sulit Diterapkan, Ini Alasannya
Yanto Samarang Kritik Pola Antrean BBM di SPBU Paguat
Pengantri Umum Keluhkan Kebijakan SPBU Paguat: Antrean Dibaurkan dengan Pengisian Berulang
BREAKING: Somel Milik Warga Kaaruyan di Mananggu Terbakar, Penyebab Belum Diketahui
Manager SPBU Mananggu Buka Suara soal Isu “Rekomendasi Siluman”: Minta Semua Pernyataan Berbasis Data
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:25 WITA

Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia

Selasa, 8 September 2026 - 09:48 WITA

DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH

Selasa, 8 September 2026 - 09:32 WITA

Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut

Senin, 7 September 2026 - 09:28 WITA

Pihak SPBU Paguat Sebut Pemisahan Antrean Mobil Sulit Diterapkan, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 20:01 WITA

Yanto Samarang Kritik Pola Antrean BBM di SPBU Paguat

Berita Terbaru

Advertorial

Yanto Samarang Kritik Pola Antrean BBM di SPBU Paguat

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:01 WITA