Media Singapura Sorot Indonesia, Ketum AKPERSI: Jangan Biarkan NKRI Dikalahkan oleh Perang Persepsi Global

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.IKJ., angkat bicara terkait meningkatnya pemberitaan sejumlah media internasional yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dengan narasi yang dinilai cenderung pesimistis dan berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah laporan media internasional berbasis Singapura yang secara intens mengulas tekanan terhadap rupiah, pasar saham Indonesia, serta menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Menurut Rino Triyono, kebebasan pers merupakan prinsip yang harus dihormati dalam sistem demokrasi global. Namun demikian, masyarakat Indonesia juga perlu memiliki kemampuan membaca dan menganalisis setiap narasi internasional secara kritis agar tidak terjebak pada pembentukan persepsi yang merugikan kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menghormati kebebasan pers internasional. Akan tetapi ketika Indonesia terus-menerus ditempatkan sebagai objek pemberitaan negatif, masyarakat berhak bertanya apakah narasi tersebut semata-mata analisis ekonomi atau telah berkembang menjadi pembentukan persepsi global terhadap Indonesia,” tegas Rino, pada Rabu (10/06/2026).

Sorotan internasional semakin menguat setelah media Singapura The Straits Times menerbitkan laporan berjudul “Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip” yang menyebut Indonesia sedang menghadapi gelombang penjualan aset oleh investor global akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, sementara investor asing telah menarik miliaran dolar dari pasar obligasi Indonesia.

Narasi serupa juga muncul dalam laporan The Business Times yang menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai semakin intervensif dan berdampak terhadap persepsi risiko investasi di Indonesia.

Sementara itu, analisis Reuters yang ditulis dari Singapura dan London menyebutkan bahwa sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah telah memicu kekhawatiran pasar, sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar keuangan Indonesia. Laporan tersebut bahkan menggambarkan adanya risiko terbentuknya “doom loop” atau lingkaran tekanan yang dapat memperburuk sentimen investor apabila kepercayaan pasar terus melemah.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia bahkan mengambil langkah luar biasa dengan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal reguler untuk membantu menstabilkan rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut Rino, seluruh pemberitaan tersebut harus disikapi secara objektif dan profesional, namun tidak boleh membuat bangsa Indonesia kehilangan kepercayaan diri sebagai negara besar yang memiliki fondasi ekonomi kuat.

“Indonesia bukan negara kecil yang mudah digoyang oleh opini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta kekuatan sumber daya manusia yang terus berkembang.”

Rino menambahkan bahwa dalam perspektif geopolitik, Singapura selama ini dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat erat dengan pusat-pusat kekuatan ekonomi dan keuangan Barat, termasuk Amerika Serikat. Karena itu, menurutnya, setiap narasi yang berkembang dari pusat-pusat keuangan internasional perlu dibaca secara kritis dan tidak diterima mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia.

“Secara pribadi saya memandang Singapura memiliki kedekatan strategis yang kuat dengan kepentingan ekonomi global Barat. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mampu memilah antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Indonesia.”

Meski demikian, Rino menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati Singapura sebagai negara sahabat dan mitra strategis dalam ASEAN. Hubungan bilateral kedua negara harus tetap dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan menghargai kedaulatan masing-masing.

Lebih lanjut, DPP AKPERSI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, memperkuat sektor ekonomi produktif, serta meningkatkan literasi informasi di tengah derasnya arus pemberitaan global.

“Jangan sampai rakyat Indonesia kehilangan optimisme hanya karena tekanan pemberitaan internasional. Bangsa ini telah berkali-kali menghadapi krisis dan selalu mampu bangkit lebih kuat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan nasional, ketahanan ekonomi, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri.”

Sebagai organisasi pers, DPP AKPERSI juga mengajak media nasional untuk tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang profesional, independen, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat. Kita menghormati seluruh negara dan seluruh media internasional, tetapi kepentingan nasional, kedaulatan ekonomi, dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan biarkan bangsa ini dilemahkan oleh perang persepsi maupun narasi yang dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap negaranya sendiri,” pungkas Rino Triyono.

Rilis DPP AKPERSI

Facebook Comments Box

Berita Terkait

25 Ditilang, 17 Ditegur! Polres Pohuwato Pertegas Operasi Patuh Otanaha 2026
CEGAH PENADAHAN DARI HULU! Kapolres Pohuwato Gandeng Pengepul Besi Bekas Persempit Ruang Peredaran Barang Hasil Kejahatan
POLEMIK AL-BATIN AL-WALLI MEMANAS! KETUM AKPERSI DESAK POLSEK CIRACAP USUT DUGAAN PROVOKASI, VERIFIKASI HOAKS, DAN MUI SEGERA TABAYUN
EMPAT DITILANG, 20 DITEGUR! OPERASI PATUH OTANAHA 2026 KIRIM PESAN TEGAS: DISIPLIN BERLALU LINTAS MENYANGKUT KESELAMATAN
APRESIASI RESPONS CEPAT KAPOLRESTABES PALEMBANG, KETUM AKPERSI TEGASKAN: DUGAAN KEKERASAN TERHADAP JURNALIS HARUS DIUSUT TUNTAS!
DISIPLIN DI JALAN, KESELAMATAN JADI PRIORITAS! Polres Pohuwato Resmi Gelar Operasi Patuh Otanaha 2026
Patroli Gabungan Polres Pohuwato Sasar Titik Rawan, Puluhan Botol Bir Bintang Terjaring
“MERAWAT KEBERAGAMAN, MENJAGA KEDAMAIAN!” Kapolres Pohuwato Perkuat Harmoni Lintas Agama
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 00:06 WITA

25 Ditilang, 17 Ditegur! Polres Pohuwato Pertegas Operasi Patuh Otanaha 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:08 WITA

CEGAH PENADAHAN DARI HULU! Kapolres Pohuwato Gandeng Pengepul Besi Bekas Persempit Ruang Peredaran Barang Hasil Kejahatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:59 WITA

POLEMIK AL-BATIN AL-WALLI MEMANAS! KETUM AKPERSI DESAK POLSEK CIRACAP USUT DUGAAN PROVOKASI, VERIFIKASI HOAKS, DAN MUI SEGERA TABAYUN

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WITA

EMPAT DITILANG, 20 DITEGUR! OPERASI PATUH OTANAHA 2026 KIRIM PESAN TEGAS: DISIPLIN BERLALU LINTAS MENYANGKUT KESELAMATAN

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:18 WITA

APRESIASI RESPONS CEPAT KAPOLRESTABES PALEMBANG, KETUM AKPERSI TEGASKAN: DUGAAN KEKERASAN TERHADAP JURNALIS HARUS DIUSUT TUNTAS!

Berita Terbaru