Ketua Umum DPP AKPERSI: Kritik Media adalah Kontrol Sosial yang Membangun Pemerintahan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Jakarta, 25 Juli 2026 – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., mengingatkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar tidak menggeneralisasi profesi wartawan, jurnalis, maupun media dalam penyampaian pidatonya pada acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyinggung istilah “londo ireng”.

Menurut Rino Triyono, DPP AKPERSI menghormati Presiden RI sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Namun, ia berharap setiap penyampaian pendapat yang berkaitan dengan insan pers disampaikan secara proporsional sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap seluruh wartawan, jurnalis, dan perusahaan media yang selama ini bekerja secara profesional.

“Kami mengingatkan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak semua wartawan, jurnalis, maupun media adalah ‘londo ireng’. Masih sangat banyak insan pers yang berjiwa nasionalis, idealis, berintegritas, dan profesional yang setiap hari menjalankan tugas jurnalistik untuk menjaga kepentingan bangsa, mengawal demokrasi, serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujar Rino Triyono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa wartawan, jurnalis, dan media memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Fungsi pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, menjadi kontrol sosial, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh wartawan, jurnalis, maupun media yang berlandaskan fakta, data, dan kepentingan publik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kritik yang membangun merupakan bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara. Wartawan, jurnalis, dan media yang profesional justru hadir untuk membantu mengingatkan apabila terdapat kebijakan yang perlu dievaluasi demi kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Rino Triyono juga mengajak seluruh wartawan, jurnalis, perusahaan media, serta organisasi pers di Indonesia untuk terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, menjaga independensi, profesionalisme, serta menyajikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, DPP AKPERSI berharap hubungan antara pemerintah dengan wartawan, jurnalis, dan media dapat terus dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, serta memahami peran masing-masing dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat demokrasi.

“Kami percaya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen besar untuk membangun Indonesia. Karena itu, kami berharap seluruh wartawan, jurnalis, dan media yang bekerja secara profesional, nasionalis, dan idealis tetap diberikan penghormatan sebagai mitra strategis bangsa dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif, berimbang, dan membangun,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ketua Umum DPP AKPERSI menegaskan bahwa pers yang profesional bukanlah lawan pemerintah, melainkan mitra bangsa dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta mengawal pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

“Wartawan, jurnalis, dan media yang berintegritas adalah aset bangsa. Pers yang merdeka, profesional, dan bertanggung jawab merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan, serta memastikan setiap kebijakan berjalan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Indonesia.”

DPP-AKPERSI

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Di Balik Kecelakaan PETI Tomula: Ekskavator Tergelincir, 3 Korban Luka, Satgas Desak Penelusuran RN, PN dan RM
DPP AKPERSI Soroti Dampak Aktivitas Proyek, Pertamina Diminta Pastikan Tanggung Jawab Para Pihak
TABIR PETI DENGILO: RB DISEBUT PENGAWAS LAPANGAN, AKPERSI DESAK APH BONGKAR AKTOR DI BALIK DOMPENG
Misteri di Balik Penahanan Alat Dompeng di Dengilo, Imran Uno Soroti Empat Nama Pemilik Lokasi
Semarak HUT AKPERSI ke-2 dan KLTV ke-6, DPC AKPERSI se-Kalbar Resmi Dilantik, Santunan Anak Yatim Warnai Peringatan
Jefry Yoker Taha Apresiasi Kesuksesan HUT RI ke-81 di Jalteng
BNNP Gorontalo Perkuat Gerakan Bersama: Edukasi, Rehabilitasi hingga Pemberantasan Menuju Gorontalo BERSINAR
APBN Besar, Hasil Dipertanyakan: Proyek KNMP Pentadu Barat Menuai Gelombang Kritik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:43 WITA

Di Balik Kecelakaan PETI Tomula: Ekskavator Tergelincir, 3 Korban Luka, Satgas Desak Penelusuran RN, PN dan RM

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:07 WITA

DPP AKPERSI Soroti Dampak Aktivitas Proyek, Pertamina Diminta Pastikan Tanggung Jawab Para Pihak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:04 WITA

TABIR PETI DENGILO: RB DISEBUT PENGAWAS LAPANGAN, AKPERSI DESAK APH BONGKAR AKTOR DI BALIK DOMPENG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Misteri di Balik Penahanan Alat Dompeng di Dengilo, Imran Uno Soroti Empat Nama Pemilik Lokasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Semarak HUT AKPERSI ke-2 dan KLTV ke-6, DPC AKPERSI se-Kalbar Resmi Dilantik, Santunan Anak Yatim Warnai Peringatan

Berita Terbaru