YL Bantah Keterlibatan di Lokasi Longsor PETI DAM Hulawa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, POHUWATO — Nama YL yang sebelumnya disebut dalam informasi terkait lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, akhirnya memberikan bantahan.

YL membantah memiliki keterlibatan dengan lokasi PETI yang mengalami longsor pada Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Bantahan tersebut disampaikan YL saat dikonfirmasi DUASISIinvestigasi.COM, Jumat (14/08/2026). Menurut YL, lokasi yang disebut-sebut berkaitan dengan dirinya justru berada jauh dari titik lokasi kejadian longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu bukan lokasi yang disebutkan milik saya, melainkan jauh dari titik lokasi kejadian,” ujar YL.

YL juga menyebut bahwa lokasi yang menjadi titik terjadinya insiden longsor tersebut berkaitan dengan pihak lain.

“Di lokasi kejadian itu milik FP dan KS,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan YL untuk meluruskan informasi yang sebelumnya beredar terkait dugaan keterlibatannya dengan lokasi PETI tempat terjadinya longsor.

Sementara itu, insiden longsor di kawasan PETI DAM Hulawa dilaporkan menimbun sejumlah penambang. Informasi awal menyebut lima penambang menjadi korban, dengan empat di antaranya disebut merupakan warga Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Dalam penelusuran di lapangan, muncul pula informasi dari narasumber yang menyebut kemungkinan masih terdapat korban lain yang tertimbun. Narasumber memperkirakan jumlahnya kurang lebih 10 orang, namun informasi tersebut hingga kini belum dapat dipastikan secara independen.

Keterangan mengenai kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun menjadi bagian yang masih ditelusuri oleh tim media.

DUASISIinvestigasi.COM mendorong pihak terkait untuk segera melakukan penelusuran terhadap lokasi kejadian guna memastikan kondisi sebenarnya dan memastikan apakah masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Tim Media DUASISIinvestigasi.COM masih melakukan investigasi dan verifikasi terhadap berbagai informasi yang diperoleh di lapangan, termasuk memastikan titik lokasi kejadian, jumlah korban, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas di lokasi tersebut.

Pemberitaan selanjutnya akan disampaikan berdasarkan hasil konfirmasi dan fakta lapangan yang berhasil dihimpun.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua Umum DPP AKPERSI Apresiasi Kapolres Purworejo, Hukum Harus Jadi Panglima
Lima Penambang Tertimbun Longsor PETI DAM Hulawa, Muncul Informasi Korban Lain Masih Tertimbun
Wali Kota Gorontalo Resmikan Gedung Pelayanan Baru RS Multazam, Tandai Satu Dekade Pengabdian di Bidang Kesehatan
Puncak Anniversary ke-2 AKPERSI di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Nasional
Usai Ditertibkan, PETI Sambati Kembali Beraktivitas, Efektivitas Pengawasan APH Dipertanyakan
Ketum DPP AKPERSI Sambangi Dr. Heri Amalindo, Perkuat Sinergi Pers, Demokrasi, dan Pembangunan Sumatera Selatan
AKPERSI KECAM DUGAAN INTIMIDASI TERHADAP JURNALIS, SIAP LAPORKAN KE PROPAM MABES POLRI
Sat Lantas Polres Gorontalo Utara Pastikan Arus Lalin Pontolo Aman, Lancar, dan Tertib
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:38 WITA

YL Bantah Keterlibatan di Lokasi Longsor PETI DAM Hulawa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:21 WITA

Ketua Umum DPP AKPERSI Apresiasi Kapolres Purworejo, Hukum Harus Jadi Panglima

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:17 WITA

Lima Penambang Tertimbun Longsor PETI DAM Hulawa, Muncul Informasi Korban Lain Masih Tertimbun

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Wali Kota Gorontalo Resmikan Gedung Pelayanan Baru RS Multazam, Tandai Satu Dekade Pengabdian di Bidang Kesehatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:26 WITA

Puncak Anniversary ke-2 AKPERSI di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Nasional

Berita Terbaru

Advertorial

YL Bantah Keterlibatan di Lokasi Longsor PETI DAM Hulawa

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:38 WITA