Lima Penambang Tertimbun Longsor PETI DAM Hulawa, Muncul Informasi Korban Lain Masih Tertimbun

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, POHUWATO — Longsor terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu malam (12/08/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan menimbun sejumlah penambang. Informasi awal yang diperoleh menyebutkan lima orang menjadi korban, dengan empat di antaranya disebut merupakan warga Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Namun, informasi dari seorang narasumber yang mengetahui kondisi di lapangan menyebutkan, masih ada kemungkinan terdapat penambang lain yang tertimbun material longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut jumlah penambang yang diduga masih tertimbun bisa mencapai kurang lebih 10 orang. Namun, menurutnya, informasi tersebut belum dapat dipastikan karena orang-orang yang mengetahui kondisi di lokasi disebut merasa takut untuk memberikan keterangan.

“Kurang lebih ada 10 orang yang masih tertimbun. Tapi mereka takut,” kata narasumber.

Narasumber juga menyebut bahwa lokasi PETI DAM tersebut disebut milik seseorang berinisial YL.

“Lokasi PETI itu milik YL,” ungkapnya.

Selain itu, narasumber mengatakan para korban telah diberikan uang santunan sebesar Rp10 juta per orang.

“Korban sudah diberikan santunan Rp10 juta per orang,” katanya.

Menurut narasumber, santunan tersebut berasal dari seseorang berinisial AI.

“Yang memberikan santunan itu GI, ayah dari AI” ujar narasumber.

Informasi mengenai kemungkinan adanya penambang lain yang masih tertimbun hingga kini belum dapat dipastikan secara independen. Jumlah korban maupun kondisi di dalam lokasi longsor masih menunggu keterangan resmi dari pihak yang melakukan pencarian dan penanganan di lapangan.

Narasumber berharap kondisi sebenarnya di lokasi dapat segera diketahui, terutama terkait kemungkinan masih adanya penambang yang tertimbun material longsor.

Hingga berita ini diterbitkan, DUASISIinvestigasi.COM masih berupaya memperoleh informasi dari pihak berinisial YL dan AI serta keterangan resmi dari aparat serta pihak terkait mengenai jumlah korban, kondisi lokasi, dan proses pencarian di kawasan PETI DAM Hulawa.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wali Kota Gorontalo Resmikan Gedung Pelayanan Baru RS Multazam, Tandai Satu Dekade Pengabdian di Bidang Kesehatan
Puncak Anniversary ke-2 AKPERSI di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Nasional
Usai Ditertibkan, PETI Sambati Kembali Beraktivitas, Efektivitas Pengawasan APH Dipertanyakan
Ketum DPP AKPERSI Sambangi Dr. Heri Amalindo, Perkuat Sinergi Pers, Demokrasi, dan Pembangunan Sumatera Selatan
AKPERSI KECAM DUGAAN INTIMIDASI TERHADAP JURNALIS, SIAP LAPORKAN KE PROPAM MABES POLRI
Sat Lantas Polres Gorontalo Utara Pastikan Arus Lalin Pontolo Aman, Lancar, dan Tertib
DPC AKPERSI Gorontalo Utara Resmi Kantongi Surat Tanda Lapor Kesbangpol, Perkuat Legalitas dan Sinergi Daerah
Ketua Umum DPP AKPERSI: Kritik Media adalah Kontrol Sosial yang Membangun Pemerintahan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:17 WITA

Lima Penambang Tertimbun Longsor PETI DAM Hulawa, Muncul Informasi Korban Lain Masih Tertimbun

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Wali Kota Gorontalo Resmikan Gedung Pelayanan Baru RS Multazam, Tandai Satu Dekade Pengabdian di Bidang Kesehatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:26 WITA

Puncak Anniversary ke-2 AKPERSI di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:53 WITA

Usai Ditertibkan, PETI Sambati Kembali Beraktivitas, Efektivitas Pengawasan APH Dipertanyakan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:43 WITA

Ketum DPP AKPERSI Sambangi Dr. Heri Amalindo, Perkuat Sinergi Pers, Demokrasi, dan Pembangunan Sumatera Selatan

Berita Terbaru