Desakan Evaluasi Kasubag Dinkes Menguat: AJB Tekankan Transparansi dan Etika Pelayanan Publik

Sabtu, 15 November 2025 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, BOALEMO — Gelombang desakan terhadap Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk melakukan pembenahan di tubuh birokrasi kembali mencuat Pada Sabtu, (15/11/2025). Ketua Aliansi Jurnalis Boalemo (AJB), Boby Amir, meminta Bupati Boalemo, Rum Pagau, agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap salah satu kepala subbagian (kasubag) di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo.

Dorongan ini muncul setelah Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Gorontalo secara resmi melaporkan dugaan monopoli dan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan serta bahan medis habis pakai senilai lebih dari Rp50,9 miliar. Laporan tersebut, yang disampaikan langsung oleh Koordinator GERAK, Abdul Wahidin Tutuna, telah diterima Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan diteruskan ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk proses tindak lanjut.

Menurut Boby Amir, persoalan ini tidak hanya berhenti pada dugaan penyimpangan anggaran, tetapi juga menyangkut aspek etika birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Ia menyoroti sikap oknum kasubag yang dinilai tidak kooperatif terhadap wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terkait isu tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada laporan bahwa oknum tersebut kerap menghindar ketika ingin dimintai klarifikasi. Padahal, keterbukaan adalah bagian fundamental dari tata kelola pemerintahan yang baik,” tegas Boby.

Selain itu, keluhan dari internal Dinas Kesehatan Boalemo juga ikut menguat. Oknum kasubag tersebut disebut sering memperlakukan staf secara tidak profesional dan bertindak melampaui kewenangannya, bahkan “seolah-olah menjadi kepala dinas”. Hal ini diperparah oleh laporan bahwa proses pengurusan tagihan gaji dan tagihan lainnya acap kali mengalami keterlambatan, yang diduga dipicu oleh kebijakan sepihak sang pejabat.

Boby menegaskan bahwa Dinas Kesehatan adalah institusi strategis yang memerlukan manajemen yang tertib serta pengawasan yang disiplin. Setiap penyimpangan, baik administratif maupun perilaku, dapat berdampak serius pada pelayanan publik dan kredibilitas pemerintahan.

“Banyak pekerjaan proyek kesehatan yang menuntut akurasi dan integritas. Jika ada oknum yang bertindak di luar batas kewenangannya, hal itu berpotensi merusak sistem dan menghambat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia pun berharap Bupati Boalemo tidak menunda evaluasi terhadap kasubag yang dimaksud, guna menjaga integritas birokrasi, memastikan kualitas pelayanan publik, serta mendukung proses hukum yang tengah berjalan. Boby menekankan bahwa sikap kooperatif dan keterbukaan informasi dari setiap pejabat sangat penting untuk menghindari prasangka publik dan memperkuat kepercayaan terhadap pemerintah daerah.

Dengan desakan yang terus menguat dari berbagai pihak, publik kini menunggu langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam merespons persoalan yang berpotensi mencoreng wajah birokrasi kesehatan tersebut.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lima Penambang Tertimbun Longsor PETI DAM Hulawa, Muncul Informasi Korban Lain Masih Tertimbun
Wali Kota Gorontalo Resmikan Gedung Pelayanan Baru RS Multazam, Tandai Satu Dekade Pengabdian di Bidang Kesehatan
Puncak Anniversary ke-2 AKPERSI di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Nasional
Usai Ditertibkan, PETI Sambati Kembali Beraktivitas, Efektivitas Pengawasan APH Dipertanyakan
Ketum DPP AKPERSI Sambangi Dr. Heri Amalindo, Perkuat Sinergi Pers, Demokrasi, dan Pembangunan Sumatera Selatan
AKPERSI KECAM DUGAAN INTIMIDASI TERHADAP JURNALIS, SIAP LAPORKAN KE PROPAM MABES POLRI
Sat Lantas Polres Gorontalo Utara Pastikan Arus Lalin Pontolo Aman, Lancar, dan Tertib
DPC AKPERSI Gorontalo Utara Resmi Kantongi Surat Tanda Lapor Kesbangpol, Perkuat Legalitas dan Sinergi Daerah
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:17 WITA

Lima Penambang Tertimbun Longsor PETI DAM Hulawa, Muncul Informasi Korban Lain Masih Tertimbun

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Wali Kota Gorontalo Resmikan Gedung Pelayanan Baru RS Multazam, Tandai Satu Dekade Pengabdian di Bidang Kesehatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:26 WITA

Puncak Anniversary ke-2 AKPERSI di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:53 WITA

Usai Ditertibkan, PETI Sambati Kembali Beraktivitas, Efektivitas Pengawasan APH Dipertanyakan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:43 WITA

Ketum DPP AKPERSI Sambangi Dr. Heri Amalindo, Perkuat Sinergi Pers, Demokrasi, dan Pembangunan Sumatera Selatan

Berita Terbaru