DUASISIinvestigasi.COM, Boalemo – Komitmen kader dalam menjaga garis komunikasi politik yang konstruktif kembali ditunjukkan oleh Imran Uno. Dalam kapasitasnya sebagai kader Partai Gerindra di Kabupaten Boalemo, Imran Uno dipercaya mengemban amanah dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menyerahkan parsel kehormatan kepada Bupati Boalemo, H. Rum Pagau.
Penyerahan tersebut berlangsung pada Rabu (18/03/2026) di Rumah Dinas Bupati Boalemo, sebagai bagian dari simbolisasi silaturahmi kelembagaan yang diinisiasi langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, serta Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani.
Dalam perspektif politik modern, langkah ini tidak semata dipahami sebagai aktivitas seremonial, melainkan sebagai representasi dari etika komunikasi politik yang menempatkan nilai penghormatan, konsolidasi, dan kesinambungan relasi antar aktor pemerintahan dan partai politik. Imran Uno, sebagai representasi kader di daerah, memainkan peran strategis dalam mentransmisikan pesan politik dari pusat ke daerah secara elegan dan bermartabat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah bentuk amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Parsel ini bukan sekadar bingkisan, melainkan simbol perhatian dan penghormatan dari DPP kepada pemerintah daerah,” ujar Imran Uno dalam keterangannya.
Lebih jauh, keberadaan Imran Uno dalam momentum ini menegaskan posisi kader daerah sebagai simpul penting dalam arsitektur politik partai. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana instruksi, tetapi juga sebagai aktor yang menjaga ritme komunikasi politik tetap harmonis di tengah dinamika kepentingan yang kian kompleks.
Dari sudut pandang kelembagaan, pengiriman parsel oleh DPP Partai Gerindra dari Jakarta juga dapat dimaknai sebagai bentuk penguatan hubungan struktural antara pusat dan daerah. Hal ini mencerminkan adanya kesadaran kolektif bahwa stabilitas politik tidak hanya dibangun melalui kebijakan formal, tetapi juga melalui pendekatan kultural yang mengedepankan nilai-nilai silaturahmi.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kader seperti Imran Uno mampu menerjemahkan mandat politik menjadi tindakan konkret yang sarat makna. Dalam konteks Boalemo, langkah tersebut menjadi refleksi dari upaya membangun komunikasi lintas struktur yang lebih inklusif, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dengan demikian, peran Imran Uno tidak sekadar administratif, melainkan juga simbolik—menghubungkan pusat kekuasaan politik dengan realitas lokal melalui pendekatan yang humanis dan beretika.
Red-DSI.COM










