Kevin Lapendos Kritik Kapolres: PETI Ditindak, Korporasi Dibiarkan?

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Pohuwato – Penegakan hukum di Kabupaten Pohuwato kembali dipertanyakan publik. Kevin Lapendos, aktivis muda sekaligus pengurus Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), melontarkan kritik keras terhadap sikap Kapolres Pohuwato yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat penambang, khususnya dalam penanganan polemik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang bersinggungan dengan kepentingan korporasi besar PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS).

Dalam pernyataannya, Kevin menilai bahwa penertiban PETI yang dilakukan aparat kepolisian memperlihatkan wajah hukum yang timpang: keras terhadap penambang rakyat, namun lunak terhadap kepentingan korporasi. Pola ini, menurutnya, memperkuat kesan penegakan hukum yang tebang pilih.

“Yang ditertibkan selalu rakyat kecil. Sementara dalam konflik yang melibatkan PT PETS, Kapolres justru terlihat ambigu dan pasif. Ini menciptakan persepsi publik bahwa hukum hanya bekerja ke bawah,” tegas Kevin pada Senin (02/02).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Kevin menyampaikan dugaan adanya kondisi ‘masuk angin’ dalam tubuh penegakan hukum di Pohuwato—istilah sosial yang mencerminkan kecurigaan publik atas kemungkinan kompromi kepentingan dalam penanganan kasus pertambangan.

“Kami berbicara atas dasar kegelisahan publik. Ketika aparat ragu bersikap terhadap korporasi, tetapi cepat menindak rakyat penambang, maka dugaan masuk angin itu lahir dengan sendirinya,” ujarnya.

Kevin menegaskan bahwa kritik tersebut bukanlah serangan personal, melainkan bentuk kontrol sosial terhadap institusi kepolisian agar kembali pada mandat konstitusionalnya sebagai penegak hukum yang adil dan tidak berpihak. Ia mengingatkan bahwa dalam negara hukum, prinsip equality before the law bukan sekadar jargon, melainkan kewajiban moral dan institusional.

Menurutnya, polemik PETI tidak bisa dipisahkan dari tata kelola pertambangan secara keseluruhan. Penindakan selektif yang hanya menyasar penambang rakyat justru memperlihatkan kegagalan negara dalam mengelola konflik sumber daya alam secara berkeadilan.

“Jika hukum terus dipraktikkan secara diskriminatif, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga legitimasi institusi penegak hukum itu sendiri,” lanjut Kevin.

Kevin mendesak Kapolres Pohuwato untuk segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dasar penertiban PETI yang dilakukan, sekaligus menunjukkan keberanian moral untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap aktor-aktor bermodal besar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Pohuwato belum memberikan klarifikasi resmi atas kritik dan dugaan yang disampaikan oleh aktivis AKPERSI tersebut.

Humas DPD Akpersi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Resmi Berproduksi, Dorong Pertambangan Rakyat Berbasis Legalitas dan Lingkungan
40.555 Kasus ISPA, Ketum DPP AKPERSI: Herman Deru Gagal Hentikan Dampak Karhutla
Dugaan Begal Bersenjata Parang di Hutan Lindung Pohuwato Viral, Postingan Sitti Maryam Tuai Sorotan
Satnarkoba Pohuwato Gerebek Kos di Sipatana, Sabu dan Alat Isap Disita
PETI Molosifat Utara Digerebek! 4 Excavator Disita, 5 Orang Diamankan Polisi
BEM FH Gelar Nobar G30S/PKI, Mahasiswa Diajak Membaca Sejarah Secara Kritis dan Berimbang
AKPERSI Parungpanjang Pacu Kompetensi Jurnalistik, Siapkan Anggota Menuju UKW Berintegritas dan Profesional
AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:29 WITA

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Resmi Berproduksi, Dorong Pertambangan Rakyat Berbasis Legalitas dan Lingkungan

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:53 WITA

40.555 Kasus ISPA, Ketum DPP AKPERSI: Herman Deru Gagal Hentikan Dampak Karhutla

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:34 WITA

Dugaan Begal Bersenjata Parang di Hutan Lindung Pohuwato Viral, Postingan Sitti Maryam Tuai Sorotan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 01:15 WITA

Satnarkoba Pohuwato Gerebek Kos di Sipatana, Sabu dan Alat Isap Disita

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:18 WITA

PETI Molosifat Utara Digerebek! 4 Excavator Disita, 5 Orang Diamankan Polisi

Berita Terbaru