DUASISIinvestigasi.COM, GORONTALO – Polemik terkait kebijakan penataan program studi di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menjadi perhatian mahasiswa. Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di ruang diskusi internal kampus, mahasiswa Sekolah Vokasi UNG, Alif Nurrahman I. Masi, menyampaikan klarifikasi atas sejumlah narasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah mahasiswa maupun sivitas akademika.
Menurut Alif, anggapan yang menyebut gerakan mahasiswa muncul akibat adanya “provokasi” atau “ambisi pribadi” dari pihak tertentu merupakan pandangan yang tidak tepat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki kemampuan berpikir kritis serta menentukan sikap secara mandiri terhadap berbagai kebijakan yang berdampak pada kehidupan akademik mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut saya, kurang tepat apabila keresahan yang dirasakan oleh banyak mahasiswa kemudian dianggap sebagai hasil provokasi atau ambisi pribadi seseorang. Mahasiswa memiliki kesadaran sendiri untuk menilai sebuah kebijakan yang berdampak langsung terhadap masa depan pendidikan mereka,” ujar Alif pada Kamis (24/06/2026).
Lebih lanjut, Alif menilai bahwa fokus utama yang seharusnya menjadi perhatian bersama adalah substansi kebijakan yang sedang dipersoalkan, bukan mencari siapa sosok yang dianggap berada di balik gerakan mahasiswa.
Menurutnya, upaya mengaitkan aspirasi mahasiswa dengan individu tertentu justru berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan pokok yang sedang diperjuangkan.
“Bagi kami, persoalannya bukan siapa yang berada di belakang atau siapa yang dianggap sebagai konseptor. Yang jauh lebih penting adalah menjawab substansi keresahan mahasiswa. Jangan sampai fokus diskusi bergeser dari persoalan kebijakan menjadi persoalan individu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alif juga menanggapi pandangan yang berkembang bahwa mahasiswa telah diarahkan untuk membentuk opini tertentu terkait kebijakan penataan vokasi.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam dunia akademik. Namun, menurutnya, keberadaan kritik dari mahasiswa tidak seharusnya langsung dimaknai sebagai bentuk pengaruh atau arahan dari pihak tertentu.
“Jika mahasiswa menyampaikan kritik, itu tidak otomatis berarti mereka sedang diarahkan atau diprovokasi. Kritik merupakan bagian dari kebebasan akademik dan hak mahasiswa untuk menyampaikan pandangan terhadap kebijakan yang memengaruhi mereka,” katanya.
Alif menekankan bahwa mahasiswa tetap menjunjung tinggi rasa hormat kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, maupun pimpinan universitas. Namun di sisi lain, ia berharap hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi juga dihormati tanpa adanya pelabelan yang dapat mencederai semangat dialog akademik.
“Kami tidak sedang mencari musuh. Kami juga tidak sedang memperjuangkan kepentingan pribadi siapa pun. Yang kami perjuangkan adalah hak mahasiswa untuk didengar dan mendapatkan penjelasan yang memadai terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan akademik kami,” ujarnya.
Menurutnya, suasana akademik yang sehat seharusnya memberikan ruang yang setara bagi seluruh pihak untuk berdiskusi secara terbuka, objektif, dan konstruktif. Oleh karena itu, ia berharap polemik yang berkembang saat ini tidak lagi berfokus pada personalisasi persoalan maupun saling menyalahkan antarindividu.
Sebaliknya, Alif mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang transparan dan berorientasi pada penyelesaian masalah, khususnya terkait dampak kebijakan terhadap mahasiswa sebagai pihak yang secara langsung merasakan konsekuensinya.
“Mahasiswa tidak membutuhkan siapa yang harus disalahkan. Mahasiswa membutuhkan ruang dialog, transparansi, dan kepastian atas masa depan pendidikan mereka,” tutup Alif.
Hingga berita ini diterbitkan, mahasiswa berharap komunikasi antara pihak kampus dan mahasiswa dapat terus terjalin secara terbuka guna menghasilkan solusi yang terbaik bagi keberlangsungan pendidikan di lingkungan Sekolah Vokasi UNG.
Red-DSI.COM










