DUASISIinvestigasi.COM, Bone Bolango. –Tri Mooduto, korban insiden penilangan oleh oknum Satlantas Polres Bone Bolango pada Kamis (15/01/2026), mengakui memiliki kesalahan terkait kondisi kendaraan dan kelalaian dalam mematuhi peraturan lalu lintas.
Selain itu, Kanit Turjawali Polres Bone Bolango, Ipda. Irvan Riadi Wuata, juga memberikan klarifikasi bahwa tidak ada tindakan pemukulan selama peristiwa berlangsung.
Dalam klarifikasi yang dilakukan di kantor Satlantas Kabila, Tri mengakui tidak menggunakan helm, plat nomor kendaraannya tidak ada, tidak memasang spion, knalpot brong, serta tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengakui kesalahan saya. Saat itu saya baru keluar rumah untuk membeli baut di bengkel dekat rumah dan sudah memarkirkan motor,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ketika petugas datang dan ingin mengambil motornya, ia terkejut dan secara refleks mencoba menjaga kendaraan. “Saya mencoba untuk menahan motor saya, akan tetapi disitu sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pengendara. Namun ketika motor dinyalakan, saya sempat menekan gas karena terkejut,” katanya.
Menurut Tri, saat itu petugas fokus pada kendaraan, sehingga motor bergerak dan membuatnya terjatuh dengan luka lecet di kaki. “Banyak yang bertanya tentang pemukulan, saya tegaskan tidak ada sama sekali. Saya hanya terjatuh karena motor tergeser,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu juga Ipda. Irvan Riadi Wuata menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden terjadi karena petugas melihat kendaraan yang tidak memenuhi standar lalu lintas.
“Petugas datang kepada korban yang sempat memarkir motornya, karena tidak menggunakan helm, plat nomor tidak dipasang, tidak ada spion, knalpot brong dan setelah diperiksa juga tidak membawa SIM,” ucapnya.
Irvan menegaskan bahwa informasi tentang tindakan pemukulan yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan fakta. “Kami telah memeriksa rekaman dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Korban sendiri juga telah menyatakan tidak ada pemukulan, luka yang diderita akibat motor digeser saat ia menekan gas,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian telah mengundang korban untuk memberikan bantuan dan memastikan kondisi kesehatannya.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Segala proses akan kami lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pungkas Irvan.
Red-4R13F-DSI.COM










