TOT Catrans Yogyakarta: Wamen Viva Yoga Tegaskan Transmigran Sebagai Patriot Pembangunan Bangsa

Sabtu, 27 September 2025 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, –Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong agar para trainers (pelatih) mampu memberi semangat dan inspirasi kepada calon transmigrasi (catrans). Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharap mampu memperkaya pengetahuan dan wawasan sehingga dapat meningkatkan kualitas diri sebagai trainers. “Kita butuh trainers yang memiliki sumber daya manusia yang tangguh dan memahami tugas serta fungsinya”, ujarnya.

Ungkapan demikian disampaikan saat dirinya menutup Training of Trainers (TOT) Catrans, Yogjakarta, 26/9/2025. TOT yang digelar di Kota Gudeg itu diikuti oleh 56 Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) yang berasal dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi serta PSM dari berbagai balai transmigrasi yang berada di Bali, Banjarmasin, Pekanbaru, dan Yogyakarta.

Viva Yoga yakin pelatihan yang telah dilaksanakan mulai 22 hingga 26 September 2025 itu mampu memperdalam teori, strategi, dan metode para trainers. “Saya rasa semua sudah paham dan itu menjadi bekal di lapangan”, tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diungkapkan setiap kawasan dan satuan pemukiman transmigrasi memiliki tantangan dan dinamika tak sama. Diceritakan saat berkunjung ke Batu Ampar, Kedurang, Bengkulu Selatan, kondisi transmigran di sana masih membutuhkan perjuangan. “Jalan masih terjal, belum diaspal, dan berada di tengah perkebunan sawit dan hutan”, ujarnya.

Hal demikian berbeda dengan Kawasan Transmigrasi Lagita yang ada di Bengkulu Utara. Kawasan transmigrasi ini sudah menjadi kawasan terpadu mandiri. Di sana ada rumah sakit, gedung olahraga, islamic centre, serta berbagai fasilitas ekonomi lainnya. “Jalan dari Kota Bengkulu ke Lagita pun sudah mulus”, ujarnya.

Perbedaan yang ada itu disebut menjadi tantangan bagi trainers. Trainers diharap mampu memberi pelatihan kepada catrans sesuai kondisi geografi serta memberi pemahaman kepada mereka dalam memperjuangkan nasib perlu kesabaran dan ketekunan demi mengubah hidup untuk menjadi sejahtera. “Transmigran banyak yang sukses namun sedikit yang tidak betah akan kembali ke kampung asalnya”, tutur mantan Anggota Komisi IV.

Pada masa Orde Baru, transmigran disebut pelopor pembangunan. Sekarang kita sebut sebagai patriot pembangunan. Mereka yang menempati lahan-lahan kosong secara bergelombang mulai tahun 1950 mampu mengubah wilayah yang sepi dan lengang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sentra pertanian. Dari program transmigrasi telah melahirkan 1567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan 3 provinsi.  “Menjadi pelopor pembangunan inilah yang perlu kita tularkan bagi transmigran baru yang baru menempati kawasan”, ucap pria Asal, Lamongan, Jawa Timur, itu.

Kementerian Transmigrasi mempunyai tugas mulia. Dalam program perpindahan penduduk, baik transmigrasi umum maupun lokal, negara hadir di sana. Mereka diberi lahan, dibina, dan diberi jaminan hidup, agar hidupnya berubah menjadi sejahtera dan mandiri. “Sukses transmigrasi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan, dan meratakan pembangunan membuat program ini menjadi salah satu strategi pembangunan nasional”, ujarnya. RED

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan
Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS
P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari
Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah
Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia
DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH
Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:00 WITA

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky

Selasa, 22 September 2026 - 16:01 WITA

Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan

Kamis, 17 September 2026 - 17:37 WITA

Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS

Jumat, 11 September 2026 - 20:10 WITA

P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 19:25 WITA

Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah

Berita Terbaru