TUTURUGA Inisiasi Literasi Bahari Lewat Fun Freediving di Pantai Olohuta, Hadirkan Edukasi dan Kesadaran Ekologis Pantai Olohuta

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Bone Bolango — Minggu, 15 Februari 2026 menjadi tonggak awal gerak organisasi TUTURUGA (Kelompok Studi Observasi Bawah Air) dalam merealisasikan program kerja perdananya melalui kegiatan Fun Freediving yang digelar di kawasan pesisir Pantai Olohuta. Kegiatan ini diselenggarakan secara terbuka untuk umum, sehingga tidak hanya melibatkan anggota dan calon anggota TUTURUGA, tetapi juga mahasiswa, komunitas pecinta laut, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia bawah air.

Sejak pagi hari, antusiasme peserta tampak tinggi. Partisipasi generasi muda dalam jumlah signifikan menjadi indikator meningkatnya kesadaran terhadap aktivitas edukatif yang memadukan olahraga, eksplorasi, dan kepedulian lingkungan. Freediving dalam konteks ini tidak sekadar diposisikan sebagai aktivitas rekreatif, melainkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk memahami dinamika ekosistem laut secara langsung.

Dengan hamparan laut yang jernih dan panorama pesisir yang representatif, Pantai Olohuta menghadirkan kondisi ideal untuk pelaksanaan observasi bawah air. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai dasar-dasar freediving, teknik pengaturan napas, manajemen risiko, prosedur keselamatan, serta etika berinteraksi dengan biota laut. Setelah sesi teoritis, peserta melakukan praktik penyelaman di perairan dangkal dengan pendampingan instruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum TUTURUGA, Sigit Afriansyah Husain, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal organisasi dalam membangun kesadaran bahari berbasis pengalaman langsung.

“Fun freediving ini bukan sekadar ajang rekreasi. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang aplikatif, di mana peserta memahami teknik dasar menyelam sekaligus menyadari pentingnya keselamatan dan etika lingkungan. Laut bukan hanya ruang eksplorasi, tetapi ruang yang harus dihormati dan dijaga,” ujar Sigit.

Ia menambahkan bahwa melalui pendekatan observatif, peserta diajak untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem bawah laut, termasuk keberadaan terumbu karang dan biota yang hidup di dalamnya.

“Ketika seseorang menyelam tanpa alat bantu pernapasan, ia merasakan keterhubungan yang lebih intim dengan alam. Di situlah muncul kesadaran bahwa setiap tindakan manusia di darat berdampak pada kehidupan di laut,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan kegiatan, Rahmat Dangkua, menjelaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program perdana ini.

“Kami memastikan seluruh peserta memahami teknik pernapasan yang benar, prosedur keselamatan, serta batas kemampuan diri masing-masing. Freediving menuntut disiplin dan kontrol diri yang kuat. Karena itu, edukasi kami tekankan sebelum praktik dilakukan,” jelas Rahmat.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membangun kapasitas individu, tetapi juga membentuk solidaritas dan kepedulian kolektif terhadap lingkungan pesisir.

Di sisi lain, salah satu peserta, Nur Aisyah Mahasiswa Ilmu Kelautan, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang memperkaya pemahamannya tentang ekosistem laut.

“Selama ini saya mempelajari ekosistem laut di ruang kelas. Tetapi ketika turun langsung dan melihat kondisi terumbu karang dari dekat, kesadaran itu terasa berbeda. Ada rasa tanggung jawab yang tumbuh secara alami,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar olahraga air, kegiatan ini menjadi ruang reflektif tentang urgensi menjaga keseimbangan ekosistem bahari. Peserta diajak mengamati keanekaragaman hayati, memahami fungsi vital terumbu karang sebagai penopang kehidupan laut, serta menyadari dampak aktivitas manusia terhadap kawasan pesisir.

Melalui program perdana ini, TUTURUGA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan berbasis edukasi dan observasi ilmiah yang inklusif serta berdampak positif bagi masyarakat. Fun Freediving di Pantai Olohuta bukan hanya menjadi awal perjalanan organisasi, tetapi juga momentum penguatan literasi bahari yang berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis bersama.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dugaan Arogansi Saat Pembongkaran Kem Penambang di Nanasi, Ismail Tino Soroti Sikap Oknum Berseragam dan Klaim Tanah Adat
IMRAN UNO Ungkap Proses Hukum Ketua DPD AKPERSI Gorontalo Masuki Tahap Pemanggilan Terlapor
Pasar Malam Hoya-Hoya Ganteng-Ganteng Ceria Resmi Dibuka di Paguat, Jadi Magnet Hiburan dan Penggerak Ekonomi Lokal
Viral Akun Facebook “Putri Tunggal” Diduga Milik Istri Kades Popaya, Berujung Laporan Polisi
KOPVITNAS 2026–2031 Resmi Dilantik, Dudung Abdurachman Tekankan Pentingnya Pengamanan Aset Strategis Bangsa
Konferensi Pers Polisi Ditunda, AKPERSI Kota Gorontalo dan Pohuwato Tegaskan Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswi Hingga Persidangan
Ka Kuhu Bergabung di AKPERSI Kota Gorontalo, Perkuat Solidaritas dan Beri Warna Baru Organisasi
Diduga Sebar Informasi Tak Terbukti, Ketua DPD AKPERSI Gorontalo Ajukan Laporan UU ITE
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:31 WITA

Dugaan Arogansi Saat Pembongkaran Kem Penambang di Nanasi, Ismail Tino Soroti Sikap Oknum Berseragam dan Klaim Tanah Adat

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:35 WITA

IMRAN UNO Ungkap Proses Hukum Ketua DPD AKPERSI Gorontalo Masuki Tahap Pemanggilan Terlapor

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:50 WITA

Pasar Malam Hoya-Hoya Ganteng-Ganteng Ceria Resmi Dibuka di Paguat, Jadi Magnet Hiburan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:33 WITA

Viral Akun Facebook “Putri Tunggal” Diduga Milik Istri Kades Popaya, Berujung Laporan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:26 WITA

KOPVITNAS 2026–2031 Resmi Dilantik, Dudung Abdurachman Tekankan Pentingnya Pengamanan Aset Strategis Bangsa

Berita Terbaru