DUASISIinvestigasi.COM, Gorontalo — Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat ekosistem pers yang profesional dan berintegritas kembali ditegaskan melalui dukungan langsung terhadap pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) tingkat nasional yang akan dipusatkan di Provinsi Gorontalo.
Dukungan tersebut terkonfirmasi dalam agenda silaturahmi dan audiensi jajaran Pengurus AKPERSI Provinsi Gorontalo bersama pengurus DPD dan DPC se-Provinsi Gorontalo ke Kantor Gubernur Gorontalo pada Senin (23/02/2026). Rombongan diterima secara resmi oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif strategis AKPERSI menjadikan Gorontalo sebagai tuan rumah agenda berskala nasional tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif itu, Gubernur menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Rapimnas dan UKW yang dijadwalkan pada 20 April 2026. Bahkan, bentuk dukungan konkret ditandai dengan difasilitasinya Gedung Badan Diklat Provinsi Gorontalo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini tidak hanya mencerminkan dukungan administratif, tetapi juga merepresentasikan pengakuan institusional terhadap pentingnya penguatan kapasitas dan standar kompetensi wartawan sebagai pilar keempat demokrasi. Dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers merupakan prasyarat bagi terciptanya ruang publik yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Ketua Panitia Pelaksana, Yance Harun, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC AKPERSI Kota Gorontalo, menjelaskan bahwa Rapimnas dan UKW ini akan menghadirkan delegasi wartawan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam AKPERSI.
Bahkan, kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh RI 1, yang semakin menegaskan bobot strategis agenda tersebut dalam konstelasi nasional.
“Adapun kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi Gorontalo se-Indonesia yang dihadiri oleh wartawan seluruh Indonesia yang tergabung di AKPERSI,” ujar Imran Uno dalam kesempatan yang sama, menegaskan dimensi historis kegiatan ini bagi daerah.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Gorontalo bukan sekadar lokasi penyelenggaraan, melainkan episentrum konsolidasi organisasi pers dalam skala nasional. Dalam terminologi akademis, kegiatan ini dapat dipandang sebagai momentum rekonstruksi epistemik—yakni peneguhan kembali standar profesionalisme, etika, dan kompetensi jurnalistik di tengah dinamika disrupsi informasi dan arus digitalisasi media.
Sebagai tuan rumah, DPC AKPERSI Kota Gorontalo memegang peran sentral dalam memastikan kesiapan teknis dan substantif kegiatan. Jefri Yoker Taha, selaku pengurus DPC AKPERSI Kota Gorontalo, menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan agenda nasional tersebut, baik dari aspek koordinasi kelembagaan maupun mobilisasi partisipasi anggota.
Rapimnas sendiri diproyeksikan menjadi forum deliberatif untuk merumuskan arah kebijakan organisasi, konsolidasi struktur, serta penguatan visi kelembagaan AKPERSI secara nasional. Sementara UKW menjadi instrumen strategis dalam mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi wartawan secara terstandar, sesuai prinsip profesionalisme dan kode etik jurnalistik.
Dukungan Gubernur terhadap kegiatan ini dapat dibaca sebagai langkah afirmatif dalam membangun relasi yang produktif antara pemerintah dan pers tanpa mengaburkan independensi masing-masing. Dalam konteks demokrasi lokal, pers yang kompeten dan berintegritas memiliki fungsi kontrol sosial (social control), edukasi publik, serta artikulasi aspirasi masyarakat.
Dengan menghadirkan wartawan dari seluruh Indonesia, kegiatan ini juga berpotensi menjadi ruang promosi daerah yang efektif, memperkuat citra Gorontalo sebagai daerah yang terbuka terhadap diskursus, dialog, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Rapimnas dan UKW AKPERSI di Gorontalo pada 20 April 2026 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah momentum konsolidasi intelektual dan profesional yang menempatkan Gorontalo dalam peta strategis perkembangan pers nasional. Sebuah langkah progresif yang menegaskan bahwa pembangunan demokrasi tidak hanya bertumpu pada kekuasaan politik, tetapi juga pada kualitas nalar dan integritas informasi.
Red-DSI.COM










