Indonesia Resmi Jadi Anggota,Siap Berikan Kontribusi bagi BRICS

Rabu, 8 Januari 2025 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar selebaran yang dirilis oleh Kepresidenan Brasil menunjukkan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) berpose untuk difoto dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum peluncuran Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan dan sesi pertama Pertemuan Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 18 November 2024. (AFP/Handout)

Gambar selebaran yang dirilis oleh Kepresidenan Brasil menunjukkan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) berpose untuk difoto dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum peluncuran Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan dan sesi pertama Pertemuan Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 18 November 2024. (AFP/Handout)

POJOKberita.ID – Indonesia resmi bergabung menjadi anggota penuh blok ekonomi BRICS, yang merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Hal tersebut disampaikan langsung Pemerintah Brasil selaku pemegang keketuaan BRICS 2025, Senin 6 Januari 2025.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Brasil mengatakan, Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS sebagai anggota penuh. Mulanya, BRICS beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kemudian berkembang dengan masuknya Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab.

Negara-negara Anggota BRICS 2024

Pemerintah Brasil mengatakan negara-negara anggota telah menyetujui bergabungnya Indonesia sesuai dengan kesepakatan perluasan keanggotaan yang disetujui pada KTT BRICS 2023 di Johannesburg. Namun, pada saat itu, Indonesia meminta bergabung secara resmi setelah Pemilihan Presiden 2024 yang dimenangi Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Indonesia menyambut baik keputusan ini. Indonesia berjanji akan memberikan kontribusi bagi BRICS.

Diketahui, BRICS merupakan wadah kerja sama ekonomi bagi negara-negara berkembang. Peningkatan produkivitas ekonomi menjadi fokus utama guna menempatkan negara berkembang setara dengan negara maju.

Sumber : iNews

Editor   : Dani M

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia
DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH
Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut
Pihak SPBU Paguat Sebut Pemisahan Antrean Mobil Sulit Diterapkan, Ini Alasannya
Yanto Samarang Kritik Pola Antrean BBM di SPBU Paguat
Pengantri Umum Keluhkan Kebijakan SPBU Paguat: Antrean Dibaurkan dengan Pengisian Berulang
BREAKING: Somel Milik Warga Kaaruyan di Mananggu Terbakar, Penyebab Belum Diketahui
Manager SPBU Mananggu Buka Suara soal Isu “Rekomendasi Siluman”: Minta Semua Pernyataan Berbasis Data
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:25 WITA

Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia

Selasa, 8 September 2026 - 09:48 WITA

DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH

Selasa, 8 September 2026 - 09:32 WITA

Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut

Senin, 7 September 2026 - 09:28 WITA

Pihak SPBU Paguat Sebut Pemisahan Antrean Mobil Sulit Diterapkan, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 20:01 WITA

Yanto Samarang Kritik Pola Antrean BBM di SPBU Paguat

Berita Terbaru

Advertorial

Yanto Samarang Kritik Pola Antrean BBM di SPBU Paguat

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:01 WITA