Aktivis Bela Perusahaan Dinilai Dangkal, Ancam Nasib Penambang Lokal Pohuwato

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, POHUWATO – Dinamika konflik pertambangan di Kabupaten Pohuwato semakin memanas. Pernyataan dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan aktivis namun cenderung membela kepentingan perusahaan, mendapat sorotan tajam dari tokoh masyarakat setempat. Pernyataan tersebut dinilai tidak memahami akar masalah dan menunjukkan cara pandang yang dangkal terhadap dinamika sosial-ekonomi di Pohuwato.

Menurut tokoh lokal tersebut, pihak-pihak yang membela perusahaan tampak tidak memiliki bacaan luas terkait polemik yang terjadi, khususnya terkait kisruh putusan Mahkamah Agung hingga masalah alokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang tak kunjung usai.

“Cukup lucu melihat pernyataan mereka. Artinya mereka so’ tau dengan dinamika Pohuwato dengan cara pandang dangkal dan tumpul. Mereka tidak memiliki bacaan luas tentang polemik yang terjadi,” ujarnya dengan tegas pada Jumat (27/02).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterlambatan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan WPR dan IPR ini dinilai memicu kompetisi ruang hidup yang tidak adil. Perusahaan seolah-olah menjadi entitas tunggal yang diberi ‘karpet merah’ untuk memanfaatkan sumber daya alam Pohuwato, sementara penambang lokal justru kerap menghadapi tindakan intimidasi dan kriminalisasi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lokomotif pergerakan ekonomi di Pohuwato tidak terlepas dari sumbangsih rakyat penambang. Melemahkan perjuangan penambang lokal sama saja dengan menembak jantung kehidupan Pohuwato, yang akan berdampak sistemik pada segmen ekonomi lainnya, seperti pedagang, tukang ojek, dan pelaku usaha kecil lainnya.

Ia pun menuding bahwa pihak-pihak yang membela perusahaan bukanlah pemuda lokal dan tidak memahami konteks bacaan lokal.

“Saya curiga mereka ini hanya pihak penjilat untuk membuat narasi kontra terhadap perjuangan penambang untuk mencari keadilan di tanah sendiri,” pungkasnya.

Menutup pernyataannya, ia menantang pihak-pihak yang mencoba memutarbalikkan fakta untuk melakukan diskusi terbuka.

“Sekalipun mereka so’ tau tentang masalah yang terjadi, saya tantang mereka diskusi terbuka. Akan saya luruskan cara berpikir mereka yang bengkok-bengkok itu,” tegasnya. Red

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Resmi Berproduksi, Dorong Pertambangan Rakyat Berbasis Legalitas dan Lingkungan
40.555 Kasus ISPA, Ketum DPP AKPERSI: Herman Deru Gagal Hentikan Dampak Karhutla
Dugaan Begal Bersenjata Parang di Hutan Lindung Pohuwato Viral, Postingan Sitti Maryam Tuai Sorotan
Satnarkoba Pohuwato Gerebek Kos di Sipatana, Sabu dan Alat Isap Disita
PETI Molosifat Utara Digerebek! 4 Excavator Disita, 5 Orang Diamankan Polisi
BEM FH Gelar Nobar G30S/PKI, Mahasiswa Diajak Membaca Sejarah Secara Kritis dan Berimbang
AKPERSI Parungpanjang Pacu Kompetensi Jurnalistik, Siapkan Anggota Menuju UKW Berintegritas dan Profesional
AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:29 WITA

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Resmi Berproduksi, Dorong Pertambangan Rakyat Berbasis Legalitas dan Lingkungan

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:53 WITA

40.555 Kasus ISPA, Ketum DPP AKPERSI: Herman Deru Gagal Hentikan Dampak Karhutla

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:34 WITA

Dugaan Begal Bersenjata Parang di Hutan Lindung Pohuwato Viral, Postingan Sitti Maryam Tuai Sorotan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 01:15 WITA

Satnarkoba Pohuwato Gerebek Kos di Sipatana, Sabu dan Alat Isap Disita

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:18 WITA

PETI Molosifat Utara Digerebek! 4 Excavator Disita, 5 Orang Diamankan Polisi

Berita Terbaru