Ancaman dari Lereng Pani: Ironi Alam dan Ketidakpastian Infrastruktur di Hulawa

Minggu, 26 Oktober 2025 - 06:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Pohuwato — Sebuah ironi yang memprihatinkan terjadi di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (25/10/2025) menyebabkan air dari gunung meluap dan menyebrangi jalan utama — satu-satunya akses vital masyarakat setempat. Fenomena ini bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan sinyal kerusakan ekologi yang semakin nyata.

Setiap kali hujan turun, arus air deras selalu mengalir dari arah gunung yang menjadi lokasi aktivitas perusahaan tambang Pani Gold. Air tersebut membawa material lumpur, pasir, dan batu kecil yang kemudian melintasi badan jalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi keselamatan pengendara, terutama warga desa yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut.

“Dulu air tidak pernah sampai melintas jalan seperti ini. Sekarang setiap hujan besar, kami takut lewat karena arusnya deras dan lumpur tebal,” ungkap seorang warga Hulawa yang enggan disebutkan namanya, dengan nada cemas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, jalan itu adalah satu-satunya akses keluar-masuk bagi masyarakat Hulawa dan sekitarnya. Jika setiap hujan deras menghadirkan ancaman seperti ini, maka lima tahun ke depan, jalan ini hampir pasti akan rusak parah, tergerus oleh limpasan air dari lereng gunung yang sudah kehilangan daya serap alaminya.

Kondisi tersebut memperlihatkan dampak nyata dari aktivitas penambangan terbuka yang mengikis vegetasi penahan air. Gunung yang dulu hijau kini terbuka lebar, tak lagi mampu menahan laju air hujan. Akibatnya, aliran deras yang membawa material tambang menjadi langganan setiap kali awan gelap menumpahkan air di kawasan itu.

Fenomena ini menjadi simbol paradoks pembangunan. Di satu sisi, tambang digadang sebagai motor ekonomi daerah; namun di sisi lain, keberadaannya justru menimbulkan ancaman bagi infrastruktur dan keselamatan warga. Alam seolah menagih harga dari eksploitasi yang dilakukan tanpa perhitungan ekologis.

Para pemerhati lingkungan memperingatkan, tanpa pengawasan ketat dan transparansi AMDAL, Desa Hulawa bisa menghadapi bencana ekologis lebih besar: erosi, longsor, bahkan terputusnya jalur transportasi vital.

Kini, setiap hujan yang turun bukan lagi sekadar anugerah, melainkan peringatan. Hulawa berdiri di ambang bahaya, di mana gunung yang digerogoti Pani Gold tak hanya kehilangan bentuknya, tetapi juga kehilangan fungsinya sebagai pelindung kehidupan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak perusahaan tidak menutup mata terhadap kenyataan ini. Sebab, ketika gunung tak lagi mampu menahan airnya, maka yang akan hanyut bukan hanya tanah — melainkan juga harapan dan rasa aman warga di kaki Pani.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuasa Hukum Desak Bareskrim dan Divpropam Usut Dugaan Penganiayaan, Pengeroyokan, dan Intimidasi terhadap Ukar Suharno
Ka Kuhu Warning Colombus Gorontalo: Dugaan Tunggakan Upah Mitra Picu Pertanyaan Besar soal Penunjukan SPV
PT Columbus Gorontalo Buka Suara: Abdul Arif Saud Disebut Bukan Karyawan, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Pemberitaan
Mahasiswa Vokasi UNG Bantah Narasi “Provokasi” dan “Ambisi Pribadi”, Minta Fokus pada Substansi Kebijakan
Ketua Umum AKPERSI Ambil Langkah Tegas, Ketua DPC Tanggamus Diberhentikan Dengan Tidak Hormat
AKPERSI Warning Columbus Gorontalo, Ka Kuhu Minta Disnaker Segera Sidak Dugaan Hak Pekerja Tak Dibayarkan
AKPERSI Kota Gorontalo Soroti Dugaan Penahanan Ijazah Pekerja oleh PT MNJ, Minta Hak Buruh Dilindungi dan Perusahaan Beri Klarifikasi
Pengurus DPD AKPERSI Gorontalo Jalin Silaturahmi dengan Dandim 1313/Pohuwato, Perkuat Sinergi Pers dan TNI
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:25 WITA

Kuasa Hukum Desak Bareskrim dan Divpropam Usut Dugaan Penganiayaan, Pengeroyokan, dan Intimidasi terhadap Ukar Suharno

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:39 WITA

Ka Kuhu Warning Colombus Gorontalo: Dugaan Tunggakan Upah Mitra Picu Pertanyaan Besar soal Penunjukan SPV

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:42 WITA

PT Columbus Gorontalo Buka Suara: Abdul Arif Saud Disebut Bukan Karyawan, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Pemberitaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:46 WITA

Mahasiswa Vokasi UNG Bantah Narasi “Provokasi” dan “Ambisi Pribadi”, Minta Fokus pada Substansi Kebijakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:12 WITA

Ketua Umum AKPERSI Ambil Langkah Tegas, Ketua DPC Tanggamus Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Berita Terbaru