Banjir Menggila, Empati Menghilang: Deddy Bertus Kecam Pesta PaniGold di Atas Derita Rakyat

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, POHUWATO – Banjir yang kembali merendam Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, bukan sekadar peristiwa alam biasa. Di balik genangan lumpur yang menghancurkan rumah, kebun, dan harapan warga, tersimpan dugaan kuat kontribusi aktivitas tambang Perusahaan Pani Gold Project (PGP) yang hingga kini belum dijawab secara jujur dan terbuka.

Di tengah jeritan warga yang masih berjuang membersihkan sisa-sisa banjir, publik justru dikejutkan oleh kabar adanya acara pesta pelepasan tahun yang digelar oleh perusahaan PaniGold. Sebuah perayaan yang dinilai sangat melukai rasa keadilan dan empati, seolah menampar wajah rakyat Hulawa yang sedang berduka.

Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Pohuwato, Dedi Bertus, C.ILJ, dengan tegas mengecam sikap perusahaan yang dinilainya tidak memiliki kepekaan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika rakyat Hulawa menangis karena banjir yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas tambang PaniGold, perusahaan justru berpesta. Ini bukan hanya soal etika, ini soal nurani. Di mana tanggung jawab sosial perusahaan?” tegas Dedi Bertus, Kamis (1/1/2026).

Menurut AKPERSI Pohuwato, banjir Hulawa harus dibaca sebagai alarm keras atas eksploitasi lingkungan yang terus dibiarkan. Sungai yang dangkal, hutan yang tergerus, dan daerah resapan yang rusak menjadi warisan pahit dari aktivitas pertambangan yang tidak diawasi secara ketat.

AKPERSI menilai, pesta pelepasan tahun di tengah bencana adalah simbol arogansi korporasi, sekaligus bukti bahwa penderitaan rakyat belum menjadi prioritas perusahaan. Dedi Bertus menegaskan, jika PaniGold benar-benar mengklaim beroperasi sesuai aturan dan berwawasan lingkungan, maka langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah menghentikan pesta, turun ke lokasi banjir, dan bertanggung jawab secara terbuka.

“Jangan bicara CSR jika empati saja tidak ada. Rakyat Hulawa tidak butuh pesta, mereka butuh keadilan, pemulihan lingkungan, dan kejujuran,” lanjutnya.

AKPERSI Pohuwato juga mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait agar tidak menutup mata. Banjir Hulawa, menurut mereka, tidak boleh berhenti sebagai musibah tahunan yang dilupakan, tetapi harus diusut hingga tuntas, termasuk membuka dokumen AMDAL dan mengevaluasi seluruh aktivitas PaniGold di wilayah tersebut.

Di saat lumpur masih menempel di dinding rumah warga, pesta dan gemerlap cahaya menjadi kontras yang menyakitkan. Hulawa kebanjiran, PaniGold berpesta, sebuah ironi yang kini dicatat sejarah dan tidak akan mudah dilupakan oleh rakyat Pohuwato. RED

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuasa Hukum Desak Bareskrim dan Divpropam Usut Dugaan Penganiayaan, Pengeroyokan, dan Intimidasi terhadap Ukar Suharno
Ka Kuhu Warning Colombus Gorontalo: Dugaan Tunggakan Upah Mitra Picu Pertanyaan Besar soal Penunjukan SPV
PT Columbus Gorontalo Buka Suara: Abdul Arif Saud Disebut Bukan Karyawan, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Pemberitaan
Mahasiswa Vokasi UNG Bantah Narasi “Provokasi” dan “Ambisi Pribadi”, Minta Fokus pada Substansi Kebijakan
Ketua Umum AKPERSI Ambil Langkah Tegas, Ketua DPC Tanggamus Diberhentikan Dengan Tidak Hormat
AKPERSI Warning Columbus Gorontalo, Ka Kuhu Minta Disnaker Segera Sidak Dugaan Hak Pekerja Tak Dibayarkan
AKPERSI Kota Gorontalo Soroti Dugaan Penahanan Ijazah Pekerja oleh PT MNJ, Minta Hak Buruh Dilindungi dan Perusahaan Beri Klarifikasi
Pengurus DPD AKPERSI Gorontalo Jalin Silaturahmi dengan Dandim 1313/Pohuwato, Perkuat Sinergi Pers dan TNI
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:25 WITA

Kuasa Hukum Desak Bareskrim dan Divpropam Usut Dugaan Penganiayaan, Pengeroyokan, dan Intimidasi terhadap Ukar Suharno

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:39 WITA

Ka Kuhu Warning Colombus Gorontalo: Dugaan Tunggakan Upah Mitra Picu Pertanyaan Besar soal Penunjukan SPV

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:42 WITA

PT Columbus Gorontalo Buka Suara: Abdul Arif Saud Disebut Bukan Karyawan, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Pemberitaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:46 WITA

Mahasiswa Vokasi UNG Bantah Narasi “Provokasi” dan “Ambisi Pribadi”, Minta Fokus pada Substansi Kebijakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:12 WITA

Ketua Umum AKPERSI Ambil Langkah Tegas, Ketua DPC Tanggamus Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Berita Terbaru