Bukan Tambang Saja yang Merusak: Jemi Hado Bongkar Standar Ganda Perlindungan Lingkungan

Jumat, 2 Januari 2026 - 07:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Pohuwato – Polemik aktivitas pertambangan rakyat di wilayah Pohuwato kembali mengemuka. Di tengah sorotan isu kerusakan lingkungan, muncul suara dari kalangan masyarakat yang mengingatkan pentingnya melihat persoalan secara adil dan menyeluruh, tanpa menempatkan satu pihak sebagai kambing hitam.

Jemi Hado, anak dari seorang penambang lokal Pohuwato, menegaskan bahwa pembahasan soal dampak lingkungan tidak bisa hanya diarahkan pada aktivitas pertambangan rakyat semata. Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan harus dilihat secara objektif dan komprehensif, karena banyak faktor lain yang turut berkontribusi terhadap degradasi alam.

“Kalau kita bicara soal lingkungan, maka harus jujur dan adil. Aktivitas pertambangan memang memiliki dampak, tapi bukan satu-satunya penyebab rusaknya lingkungan. Pembukaan lahan untuk perkebunan, penggundulan hutan, dan aktivitas ekonomi lainnya juga memberikan tekanan besar terhadap ekosistem,” ujar Jemi pada Jumat (02/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, jika negara ingin benar-benar menegakkan keadilan lingkungan, maka pendekatan yang digunakan tidak boleh tebang pilih. Menutup aktivitas pertambangan rakyat tanpa menyentuh praktik pembukaan lahan skala besar justru akan melahirkan ketimpangan baru di tengah masyarakat.

“Kalau mau adil, jangan hanya PETI yang ditutup. Aktivitas pembukaan hutan yang menyebabkan kerusakan ekosistem juga harus dihentikan. Dampaknya sama-sama merusak alam,” tegasnya.

Lebih jauh, Jemi mengingatkan bahwa di balik aktivitas pertambangan rakyat, terdapat ribuan kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut. Bagi masyarakat lokal, tambang bukan semata soal ekonomi, melainkan ruang bertahan hidup di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan.

“Bagi kami, ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, tapi jalan hidup. Banyak keluarga yang menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan makan, dan bertahan hidup dari sana,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menolak aturan, apalagi upaya perlindungan lingkungan. Namun yang dibutuhkan adalah solusi yang adil, manusiawi, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.

“Kami percaya negara hadir untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk mematikan sumber penghidupan mereka. Kalau mau ditata, ayo ditata bersama. Cari solusi, bukan saling menyalahkan atau memprovokasi,” ujar Jemi.

Menurutnya, solusi terbaik adalah menghadirkan kebijakan yang mampu menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat, seperti penataan wilayah tambang rakyat, pendampingan teknis, serta pengawasan yang adil dan transparan.

“Pertambangan boleh, perkebunan boleh, pertanian juga boleh. Yang penting dikelola dengan benar dan bertanggung jawab. Negara harus hadir sebagai penengah, bukan sebagai penghukum,” tutup Jemi.

Narasi ini menegaskan bahwa polemik tambang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sepihak. Diperlukan dialog, kebijakan yang berkeadilan, serta komitmen bersama untuk menjaga alam tanpa mengorbankan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan
Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS
P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari
Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah
Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia
DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH
Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut
Berita ini 210 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:00 WITA

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky

Selasa, 22 September 2026 - 16:01 WITA

Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan

Kamis, 17 September 2026 - 17:37 WITA

Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS

Jumat, 11 September 2026 - 20:10 WITA

P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 19:25 WITA

Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah

Berita Terbaru