Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bolmut, Anggota DPRD Minta Polisi Razia Pangkalan

Sabtu, 11 Januari 2025 - 15:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POJOKberita.ID – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Meidi Pontoh, anggota DPRD Bolmut, mendesak pihak kepolisian untuk turun tangan menyikapi kelangkaan gas LPG 3 kg yang terus meresahkan masyarakat.

Ia menilai, perlu tindakan tegas untuk menertibkan pangkalan-pangkalan yang diduga bermain curang dengan menjual gas subsidi ke pengecer dalam jumlah besar.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Polisi harus tegas! Jangan biarkan pangkalan-pangkalan yang kurang ajar ini terus merugikan masyarakat kecil. Lakukan penyisiran dan tindak tegas jika ditemukan pelanggaran,” ujar Meidi, Sabtu (11/01/25).

Meidi menambahkan, kelangkaan gas ini bukan hanya soal distribusi yang tidak tepat sasaran, tapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Akibatnya, masyarakat kecil harus membeli gas dengan harga yang melonjak hingga Rp 50 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Menurutnya, tindakan tegas dari polisi diperlukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku yang hanya mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat.
“Ini soal kebutuhan dasar masyarakat. Jangan main-main! Kalau ada pangkalan yang terbukti curang, tutup saja izinnya. Kita butuh langkah nyata, bukan janji kosong,” tegasnya.
Meidi juga mengimbau pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Pertamina agar distribusi LPG di Bolmut bisa diawasi lebih ketat. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya indikasi kecurangan di lapangan.
“Sampaikan laporan ke pihak berwenang. Jangan takut! Ini hak kita sebagai warga negara yang berhak mendapatkan subsidi sesuai peruntukannya,” pungkas Meidi.
Kelangkaan gas LPG 3 kg di Bolmut kini menjadi persoalan yang mendesak untuk segera diselesaikan. Publik pun menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menindak tegas pihak-pihak yang bermain curang, agar kelangkaan ini tidak terus menjadi momok bagi masyarakat kecil.(**)
Facebook Comments Box

Berita Terkait

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan
Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS
P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari
Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah
Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia
DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH
Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:00 WITA

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky

Selasa, 22 September 2026 - 16:01 WITA

Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan

Kamis, 17 September 2026 - 17:37 WITA

Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS

Jumat, 11 September 2026 - 20:10 WITA

P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 19:25 WITA

Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah

Berita Terbaru