Kelangkaan LPG 3 Kg di Bolmut, karena ada Penyimpangan Distribusi

Sabtu, 11 Januari 2025 - 15:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POJOKberita.ID – Kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kian meresahkan masyarakat. Banyak ibu rumah tangga mengeluh sulitnya mendapatkan gas bersubsidi tersebut di pangkalan, meskipun stok melimpah di kios pengecer dengan harga selangit.

Ironisnya, tabung gas yang seharusnya dijual seharga Rp 22. 000 sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), justru ditawarkan pengecer hingga Rp 50.000 per tabung.

Anggota Komisi III DPRD Bolmut, Meidi Pontoh dengan tegas menyoroti dugaan adanya praktik curang di balik kelangkaan ini. Menurutnya, sejumlah pangkalan diduga sengaja menjual LPG dalam jumlah besar kepada pengecer tertentu. Gas tersebut kemudian dijual kembali ke masyarakat dengan harga jauh di atas HET.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keluhan masyarakat terus berdatangan. Di pangkalan selalu kosong, tapi di kios pengecer justru banyak tersedia. Ini jelas ada permainan,” ungkap Meidi, Sabtu (11/1/25).

Dugaan ini mengarah pada pelanggaran serius terhadap Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Regulasi ini secara tegas menyebutkan bahwa LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan usaha mikro, bukan untuk dijual kembali dalam jumlah besar kepada pihak pengecer. Selain itu, praktik penjualan di atas HET juga melanggar ketentuan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007.

Meidi mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera mengambil langkah tegas.

“Pemkab harus bertindak cepat. Lakukan inspeksi mendadak ke pangkalan-pangkalan yang dicurigai. Jika ditemukan pelanggaran, cabut izinnya. Jangan biarkan masyarakat menjadi korban dari ulah segelintir pihak yang tamak,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta Pertamina untuk lebih ketat mengawasi distribusi gas LPG di Bolmut agar subsidi benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, pengawasan yang lemah hanya akan membuka celah bagi para pelaku usaha yang ingin mengambil keuntungan pribadi.

Meidi Pontoh, juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap penyimpangan yang mereka temui.

“Jika ada pangkalan yang menjual gas di atas HET atau melakukan penimbunan, jangan ragu untuk melapor ke Disperindag atau Pertamina Call Center 135,” tutup Politisi PDIP Meidi Pontoh anggota Komisi III DPRD Bolmut ini.(**)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky
Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan
Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS
P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari
Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah
Ketua Umum DPP AKPERSI Minta Audiensi dengan Presiden Prabowo Bahas Persoalan Lahan Karangsia
DPP AKPERSI Turun ke Karangsia, Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Presiden Prabowo Hadir Tuntaskan Persoalan Lahan PT BMH
Kecelakaan PETI Tomula Berbuntut Panjang, Satgas PW. Investigasi Desak Peran RM, RT dan PN Diusut
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:00 WITA

AKPERSI Soroti Dua Sisi Perkara: Penahanan Jefry Taha dan Laporan Dokter Rifky

Selasa, 22 September 2026 - 16:01 WITA

Temukan Persoalan Lahan Karangsia, DPP AKPERSI Surati Menteri Kehutanan

Kamis, 17 September 2026 - 17:37 WITA

Di Balik Penahanan Bang Yoker: AKPERSI Bongkar Pasien Anak, Keributan hingga Desakan Audit RS

Jumat, 11 September 2026 - 20:10 WITA

P-21 Tuntas, Satreskrim Polres Pohuwato Serahkan Dua Tersangka dan Dua Excavator PETI Dengilo ke Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 19:25 WITA

Gusnar Rupu Soroti Rapat DPRD Pohuwato Dinilai Formalitas, Hindari Akar Masalah

Berita Terbaru