Petaka di Tanah Emas: Limbah Perusahaan Banjiri Kawasan Tambang, Puluhan Motor dan Kem Penambang Hanyut

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, Pohuwato — Musibah kembali melanda kawasan pertambangan rakyat di Kabupaten Pohuwato. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Buntulia, Minggu (26/10/2025), menjadi saksi nyata bagaimana aktivitas perusahaan justru menghadirkan bencana bagi masyarakat penambang. Lumpur pekat bercampur batu besar menghantam kem dan alat kerja para penambang di sekitar sungai Borose, menghanyutkan puluhan sepeda motor serta merusak tempat tinggal sementara mereka.

Berdasarkan keterangan warga, sumber utama material lumpur tersebut berasal dari buangan hasil kupasan gunung oleh salah satu perusahaan yang saat ini beroperasi di kawasan Baginite. Limbah hasil pengerukan yang langsung dialirkan ke sungai tanpa penanganan lingkungan yang memadai, disebut menjadi pemicu utama aliran lumpur deras setiap kali hujan turun.

“Setiap kali hujan deras, air bercampur lumpur dan batu besar langsung turun dari arah gunung yang digarap perusahaan. Sekarang bukan hanya kem yang hilang, motor pun banyak hanyut,” ujar salah seorang penambang yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini bukan kali pertama terjadi. Sejumlah penambang menyebut bahwa tanda-tanda kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan sudah lama tampak. Namun ironinya, ketika bencana datang, masyarakat kecil kembali menjadi korban utama dari proses eksploitasi yang semestinya diawasi secara ketat oleh pemerintah.

Dari informasi yang dihimpun, saat ini beberapa warga bersama relawan tengah menyusun laporan dan gugatan resmi terhadap pihak perusahaan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan atas kerugian dan ancaman keselamatan yang dialami para penambang rakyat.

“Ada hamba Allah yang dengan tulus membantu para penambang untuk memperjuangkan hak mereka. Ia berjuang tanpa pamrih, membawa suara yang selama ini dibungkam oleh kekuasaan dan kepentingan ekonomi,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.

Bencana ini menegaskan kembali paradoks pembangunan di daerah kaya sumber daya: di satu sisi menjanjikan kesejahteraan, namun di sisi lain menebar derita bagi masyarakat di garis depan tambang. Ketika gunung digerus tanpa kendali, sungai tak lagi mampu menampung amarah alam, dan hukum menjadi tumpul terhadap kezaliman korporasi, maka keadilan lingkungan hanyalah slogan yang terhapus lumpur.

Kini, masyarakat menanti langkah tegas pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Karena jika tidak ada penindakan dan pengawasan yang serius, setiap musim hujan akan selalu menjadi ancaman baru — bukan lagi dari alam semata, tetapi dari tangan manusia yang mengabaikan tanggung jawab ekologisnya.

Red-DSI.COM

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuasa Hukum Desak Bareskrim dan Divpropam Usut Dugaan Penganiayaan, Pengeroyokan, dan Intimidasi terhadap Ukar Suharno
Ka Kuhu Warning Colombus Gorontalo: Dugaan Tunggakan Upah Mitra Picu Pertanyaan Besar soal Penunjukan SPV
PT Columbus Gorontalo Buka Suara: Abdul Arif Saud Disebut Bukan Karyawan, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Pemberitaan
Mahasiswa Vokasi UNG Bantah Narasi “Provokasi” dan “Ambisi Pribadi”, Minta Fokus pada Substansi Kebijakan
Ketua Umum AKPERSI Ambil Langkah Tegas, Ketua DPC Tanggamus Diberhentikan Dengan Tidak Hormat
AKPERSI Warning Columbus Gorontalo, Ka Kuhu Minta Disnaker Segera Sidak Dugaan Hak Pekerja Tak Dibayarkan
AKPERSI Kota Gorontalo Soroti Dugaan Penahanan Ijazah Pekerja oleh PT MNJ, Minta Hak Buruh Dilindungi dan Perusahaan Beri Klarifikasi
Pengurus DPD AKPERSI Gorontalo Jalin Silaturahmi dengan Dandim 1313/Pohuwato, Perkuat Sinergi Pers dan TNI
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:25 WITA

Kuasa Hukum Desak Bareskrim dan Divpropam Usut Dugaan Penganiayaan, Pengeroyokan, dan Intimidasi terhadap Ukar Suharno

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:39 WITA

Ka Kuhu Warning Colombus Gorontalo: Dugaan Tunggakan Upah Mitra Picu Pertanyaan Besar soal Penunjukan SPV

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:42 WITA

PT Columbus Gorontalo Buka Suara: Abdul Arif Saud Disebut Bukan Karyawan, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Pemberitaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:46 WITA

Mahasiswa Vokasi UNG Bantah Narasi “Provokasi” dan “Ambisi Pribadi”, Minta Fokus pada Substansi Kebijakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:12 WITA

Ketua Umum AKPERSI Ambil Langkah Tegas, Ketua DPC Tanggamus Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Berita Terbaru