DUASISIinvestigasi.COM. Pohuwato – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pohuwato kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan komprehensif bagi warga binaan melalui kegiatan Zumba yang digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan nonformal yang dirancang untuk memperkuat aspek kesehatan fisik, keseimbangan mental, serta solidaritas sosial antar warga binaan dan petugas pemasyarakatan.
Kegiatan Zumba yang diikuti oleh ratusan narapidana ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Dipandu oleh instruktur profesional, kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang olahraga rutin, tetapi juga sebagai wahana ekspresi diri dan rekreasi positif bagi para narapidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Pohuwato, Fahmi Rezatya Suratman, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain untuk menjaga kebugaran jasmani, Zumba juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyalurkan energi dalam kegiatan yang menyenangkan dan positif. Pembinaan narapidana tidak hanya menyentuh aspek moral dan keterampilan, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan fisik dan mental mereka,” ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, aktivitas fisik seperti Zumba memiliki nilai terapeutik yang signifikan. Gerakan ritmis dan musik yang dinamis dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan hormon kebahagiaan (endorfin), serta menumbuhkan optimisme dalam diri narapidana. “Dengan berolahraga secara rutin, para warga binaan diharapkan dapat menjalani masa pidana dengan lebih tenang, produktif, dan bersemangat untuk memperbaiki diri,” tambahnya.
Salah seorang narapidana, berinisial RH, turut mengungkapkan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Zumba membuat kami merasa lebih hidup dan tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton. Kami jadi lebih semangat dan tetap sehat. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh di antara kami,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Humas Lapas Pohuwato, Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti pada satu kali pelaksanaan.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan kekompakan antara petugas Lapas dan para warga binaan. Kami ingin menciptakan suasana Lapas yang lebih harmonis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan yang humanis,” tutur Yusuf.
Pelaksanaan kegiatan Zumba ini menjadi cerminan pendekatan pembinaan berbasis humanis dan rehabilitatif yang kini mulai digalakkan di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Melalui kegiatan positif seperti ini, Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembelajaran dan pemulihan sosial.
Program Zumba di Lapas Pohuwato diharapkan dapat menjadi model pembinaan kesehatan jasmani dan mental yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih bermartabat, sehat, dan produktif.
—
#Kemenkumham
#Ditjenpas
#DitjenpasGorontalo
#LapasPohuwato
#PemasyarakatanSehat
#PemasyarakatanHumanis










