DUASISIinvestigasi.COM, Gorontalo – Proyek pembangunan bahu jalan sekaligus penutup saluran drainase yang difungsikan sebagai trotoar di ruas Jalan Andalas, Kota Gorontalo, menuai sorotan pada Rabu (18/02/2026).. Pekerjaan yang diproyeksikan pada tahun 2023 itu diduga tidak dikerjakan secara maksimal setelah penutup saluran roboh di dua titik lokasi.
Ruas Jalan Andalas sendiri merupakan jalur strategis penghubung lintas provinsi di wilayah Kota Gorontalo. Sebelum dilakukan perbaikan, jalan tersebut diketahui mengalami kerusakan cukup parah akibat genangan air yang kerap merendam badan jalan. Kondisi itu menyulitkan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, tiga maupun empat.
Ketua DPC AKPERSI Kota Gorontalo, Yance Harun, menjelaskan bahwa kerusakan sebelumnya memang menjadi perhatian publik karena mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu ruas Jalan Andalas ini rusak parah karena sering terendam air. Pengendara kesulitan melintas, terutama saat hujan. Pemerintah Provinsi kemudian melakukan perencanaan dan perbaikan, termasuk pembangunan saluran yang dikonstruksikan menjadi trotoar,” ujar Yance.
Ia menuturkan, setelah proyek selesai sesuai waktu yang ditentukan, ruas jalan tersebut kembali difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul persoalan baru. Penutup saluran yang sekaligus difungsikan sebagai trotoar dilaporkan roboh di dua lokasi berbeda.
Menurut Yance, robohnya struktur penutup drainase tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek. Apalagi, proyek itu menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
“Kami menduga pekerjaan ini tidak maksimal. Secara fisik, bangunannya tidak mampu bertahan lama. Padahal ini jalur strategis dan sangat vital. Kalau penutup saluran roboh, ini bisa membahayakan pejalan kaki maupun pengendara,” tegasnya.
Sebagai organisasi profesi yang juga memiliki fungsi kontrol sosial, DPC AKPERSI Kota Gorontalo mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Gorontalo untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Ia meminta agar dilakukan pemeriksaan teknis terhadap mutu konstruksi, spesifikasi material, hingga proses pengawasan selama pekerjaan berlangsung.
Yance juga berharap pihak rekanan atau kontraktor pelaksana proyek bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, apalagi jika masih dalam masa pemeliharaan.
“Jika ini masih dalam masa pemeliharaan, maka wajib diperbaiki tanpa menggunakan anggaran baru. Jangan sampai masyarakat kembali dirugikan. Kami meminta Dinas PU segera mengambil langkah tegas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi kepada publik terkait nilai anggaran proyek, metode pelaksanaan, hingga hasil evaluasi teknis atas kerusakan yang terjadi. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah dugaan pekerjaan asal jadi.
Di sisi lain, masyarakat pengguna jalan berharap perbaikan segera dilakukan agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan. Kondisi penutup saluran yang roboh berpotensi menyebabkan kendaraan terperosok atau pejalan kaki terjatuh, terutama pada malam hari ketika pencahayaan terbatas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PU Provinsi Gorontalo diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab robohnya penutup saluran trotoar tersebut, sekaligus memastikan langkah perbaikan segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
DPC AKPERSI Kota Gorontalo menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk komitmen terhadap pengawasan pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya yang menyangkut kepentingan publik luas. RED









