PPMPB-G Tuding PT IGL dan PT BTL Adu Domba Warga, Kegagalan Realisasi Plasma Jadi Sorotan Tajam

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUASISIinvestigasi.COM, GORONTALO – Persatuan Pelajar Mahasiswa Popayato Barat Gorontalo (PPMPB-G) mengecam keras pernyataan sepihak yang dikeluarkan oleh Ketua Koperasi Karya Inovasi Bersama (KIB), Zainal Latief, terkait aksi demonstrasi di area PT Inti Global Laksana (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL). Pernyataan tersebut dinilai sebagai upaya nyata dari pihak perusahaan untuk mengadu domba sesama warga dan mengalihkan isu utama, yakni kegagalan pemenuhan hak-hak normatif petani yang telah lama terabaikan.

Narasi yang menyebutkan bahwa aksi tersebut ditunggangi oleh kepentingan “pertambangan tanpa izin” atau kepentingan sepihak adalah fitnah keji yang sengaja dihembuskan. Ini merupakan taktik klasik korporasi untuk mendelegitimasi perjuangan murni petani yang sedang menuntut hak hidupnya.

Taktik Ulur Waktu dan Adu Domba Korporasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sangat ironis melihat bagaimana koperasi, yang seharusnya menjadi pelindung dan penyambung lidah petani, justru berubah fungsi menjadi benteng pertahanan bagi PT IGL dan PT BTL. Mengundur-undur realisasi plasma hingga Semester II tahun 2027 dengan berbagai alasan administratif—seperti verifikasi KTP dan KK yang berlarut-larut—adalah bentuk nyata dari penindasan struktural.

Masyarakat sengaja dibenturkan satu sama lain. Ketika warga menuntut hak akses jalan dan kejelasan status lahan, perusahaan justru melemparkan narasi kriminalisasi melalui perpanjangan tangannya. Ketegangan yang terjadi di lapangan kemarin tidak akan pernah ada jika perusahaan memiliki iktikad baik dan transparansi sejak awal, bukan malah memelihara konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat yang sedang kesulitan.

Sorotan Tajam Kabid Humas PPMPB-G, Gusnar Rupu

Melihat situasi yang kian memanas akibat pernyataan provokatif tersebut, Gusnar Rupu selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Persatuan Pelajar Mahasiswa Popayato Barat Gorontalo (Kabid Humas PPMPB-G), turut memberikan sorotan tajam dan peringatan keras kepada pihak korporasi.

“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa PT IGL dan PT BTL sedang mencuci tangan dari tanggung jawab mereka dengan menggunakan pengurus koperasi sebagai tameng. Menuduh masyarakat adat dan petani setempat memiliki agenda terselubung seperti tambang ilegal adalah cara kotor untuk mengalihkan fakta bahwa perusahaan belum menyelesaikan kewajiban plasmanya,” tegas Gusnar Rupu.

Beliau juga menambahkan bahwa mahasiswa dan pemuda tidak akan tinggal diam melihat hak-hak masyarakat adat dikebiri oleh regulasi yang sengaja diperlambat.

“Kami memperingatkan pihak manajemen perusahaan: berhentilah mengadu domba masyarakat! Situasi kemarin belum selesai, luka petani belum sembuh, jangan lagi diperkeruh dengan narasi-narasi memecah belah. Kami dari PPMPB-G akan terus mengawal hak-hak petani plasma ini sampai titik darah penghabisan. Jika perusahaan tetap menggunakan cara-cara manipulatif seperti ini, kami akan mengonsolidasikan gerakan yang lebih besar,” lanjut Gusnar Rupu dengan nada tegas.

Tuntutan Tegas Petani dan Pemuda (PPMPB-G):

Hentikan Kriminalisasi dan Stigmatisasi: Kami menuntut PT IGL dan PT BTL serta pengurus Koperasi KIB untuk segera mencabut pernyataan yang menuduh aksi warga ditunggangi oleh kepentingan tambang ilegal.

Realisasi Plasma Tanpa Tapi, Tanpa Nanti: Kami menolak penundaan realisasi plasma hingga 2027. Rakyat butuh kepastian sekarang, bukan janji manis di masa depan yang terus diulur.

Buka Akses Jalan untuk Rakyat: Jalan yang diklaim perusahaan berada di atas tanah leluhur dan ruang hidup masyarakat. Tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menutup akses ekonomi warga.

Audit Investigatif Kemitraan: Meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan mengaudit secara menyeluruh proses kemitraan plasma PT IGL dan PT BTL yang diduga kuat penuh dengan kejanggalan administrasi.

PPMPB-G mengingatkan kepada pihak perusahaan bahwa kedamaian di wilayah lingkar tambang dan perkebunan hanya bisa dicapai dengan keadilan dan pemenuhan hak, bukan dengan menyebarkan isu miring yang memecah belah kerukunan warga yang selama ini telah terjaga dengan baik. RED

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pengurus Koperasi Cahaya Dengilo Soroti Dugaan Aktivitas PETI yang Masih Berlangsung di Dengilo
Diduga Ayah dan Anak Kuasai Aktivitas PETI di Kawasan Potabo, Terancam Jerat Minerba, Kehutanan hingga TPPU
Ka Kuhu Dipanggil Bidpropam Polda Gorontalo, Jadi Saksi Kasus Dugaan Pelanggaran Disiplin Polwan Viral
Media Singapura Sorot Indonesia, Ketum AKPERSI: Jangan Biarkan NKRI Dikalahkan oleh Perang Persepsi Global
PETI Botudulanga Diduga Masih Beroperasi, “Ka Lulu” Terancam Jerat Minerba, Lingkungan Hidup dan TPPU
APRN Ultimatum Kejari Boalemo: Selesaikan Kasus SA Tahun Ini atau Hadapi Gelombang Massa
PETI Hulawa Belum Tersentuh? Aktivis Pertanyakan Kelanjutan Penanganan Dugaan Kasus Haji Suci di Kejaksaan
AKPERSI Kawal Era Baru Pertambangan Rakyat di Dengilo, IPR Terbit dan Koperasi Cahaya Sinergi Dengilo Siap Beroperasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:23 WITA

PPMPB-G Tuding PT IGL dan PT BTL Adu Domba Warga, Kegagalan Realisasi Plasma Jadi Sorotan Tajam

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:18 WITA

Pengurus Koperasi Cahaya Dengilo Soroti Dugaan Aktivitas PETI yang Masih Berlangsung di Dengilo

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:09 WITA

Diduga Ayah dan Anak Kuasai Aktivitas PETI di Kawasan Potabo, Terancam Jerat Minerba, Kehutanan hingga TPPU

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:46 WITA

Ka Kuhu Dipanggil Bidpropam Polda Gorontalo, Jadi Saksi Kasus Dugaan Pelanggaran Disiplin Polwan Viral

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:16 WITA

Media Singapura Sorot Indonesia, Ketum AKPERSI: Jangan Biarkan NKRI Dikalahkan oleh Perang Persepsi Global

Berita Terbaru